Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

GILIRAN KOMUNITAS PEDAGANG TAMAN KOTA AJIBARANG DIKUNJUNGI RPP KPU BANYUMAS

Ajibarang– Pasca Pemilu, tugas masyarakat adalah terus-menerus mengontrol para wakil rakyat yang terpilih. Masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan mereka tanpa memandang asal partai para calon terpilih. Sebab, jika sudah dilantik dan disumpah atas nama rakyat, sekat-sekat partai hilang dan semua berjuang untuk masyarakat Banyumas, khususnya di Dapilnya.

Demikian poin penting yang disampaikan oleh Yasum Surya Mentari mewakili Ketua Komisis Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas saat berkunjung ke Komunitas Pedagang Taman Kota Ajibarang, Rabu (27-11-2019). Uniknya, acara ini dihelat di ruang terbuka, tepatnya di tengah taman kota Kecamatan Ajibarang. Hadir sekitar tiga puluh anggota komunitas pedagang. Dari KPU, selain Surya, hadir pula Hanan Wiyoko, anggota KPU Banyumas Divisi Teknis beserta jajaran sekretariat.

“Bukan berarti setelah bapak-ibu menyerahkan mandat kepada para anggota dewan yang terpilih tugas kita selesai. Justru mulai dari sinilah tugas yang lebih besar menanti. Tugas besar selanjutnya adalah kita harus terus mengawal dan mengawasi wakil-wakil kita di DPR atau DPRD. Sebab merekalah yang diberikan mandat untuk memperjuangkan kepentingan kita”, ungkap Surya.

Lebih lanjut, anggota KPU Banyumas yang membawahi Divisi Parmas dan SDM ini juga mengungkapkan bahwa tujuan dari KPU Banyumas datang ke komunitas-komunitas adalah untuk mengenalkan hasil-hasil Pemilu kepada masyarakat. “Intinya bapak ibu mengenal atau minimal tahu nama-nama wakilnya di Dapil 5 hasil kita mencoblos pada 17 April lalu”, tandas Surya.

Fungsi Dewan

Selanjutnya, Hanan menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadirkan anggota DPRD Kabupaten Banyumas yang terpilih dari Dapil 5. Pihaknya telah bersurat kepada pimpinan DPRD, tetapi karena ada kegiatan lain maka tidak ada anggota dewan yang hadir. Seperti diketahui, gelaran KPU Visit sebelumnya selalu menghadirkan anggota dewan yang terpilih. Tujuannya tidak hanya agar masyarakat mengenal secara langsung anggota DPRD, tetapi juga menjadi ajang anggota dewan untuk menyerap aspirasi langsung dari konstituennya.

“Meski tidak hadir secara fisik, bapak ibu dapat mengenal para anggota dewan yang terpilih. Bapak ibu dapat membaca nama-nama para anggota dari Dapil sini lewat brosur yang sudah kami bagi. Aspirasi dari bapak ibu juga akan kami sampaikan kepada para anggota dewan”, kata Hanan.

Lebih lanjut, Hanan menyampaikan bahwa tugas pokok dan fungsi dewan adalah untuk mengawasi jalannya pemerintahan, menyusun Perda dan terakhir menetapkan anggaran dan belanja daerah. Terkait dengan tugas dewan dalam menyerap aspirasi, Hanan menyarankan agar komunitas pedagang membuat proposal program yang konkrit dan berefek luas kepada masyarakat. “Inilah pentingnya organisasi seperti komunitas pedagang di taman kota ini. Sebab, melalui organisasi aspirasi dan kepentingan warga lebih mudah untuk dirumuskan”, terang Hanan.

Perbaikan Taman Kota

Pada kesempatan itu, perwakilan komunitas berharap pada wakil-wakil yang terpilih untuk memperhatikan kepentingan para pedagang. Sandim (63), salah seorang pedagang, mengatakan selama ini taman kota masih kekurangan lampu penerangan yang memadai. Lampu penerangan yang ada berasal dari swadaya warga komunitas. Selain itu, fasilitas pembungan air dan drainase juga tidak layak. Banyak drainase yang rusak karena struktur bangunan yang kurang kuat. “Kami sebetulnya berharap sekali ada dewan yang datang agar dapat melihat sendiri permasalahan yang kami hadapi”, kata warga dusun Tambakan, Desa Ajibarang Kulon ini.

Komunitas Pedagang Taman Kota Ajibarang merupakan bagian dari paguyuban warga di sekitar Taman Kota. Komunitas ini mewadahi seluruh pedagang yang yang menggelar dagangannya di area taman kota. Melalui komunitas, lapak-lapak dagangan diatur lebih rapi. Para anggotanya pun diwajibkan untuk mengindahkan kerapihan dan kebersihan. Mengenai aktifitas, Sandim mengaku kerap mengadakan even-even untuk menarik kunjungan masyarakat. Di samping itu, komunitas juga ruitn menggelar pertemuan rutin. “Kami secara rutin menggelar pertemuan tiga bulanan untuk mengevaluasi dan merembuk segala masalah-masalah yang ada”, ujar Sindam, yang juga dipercaya sebagai ketua komunitas. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!