Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KENALKAN HASIL-HASIL PEMILU, RPP KPU BANYUMAS KUNJUNGI KOMUNITAS PKL DAN ABANG BECAK

PURWOKERTO, Melanjutkan program KPU Visit Rumah Pintar Pemilu (RPP), Sabtu (2/11/2019) lalu, KPU Kabupaten Banyumas menyambangi komunitas Paseduluran Jalan Kampus (PERJAKA). Perjaka merupakan wadah bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Abang Becak Jalan Kampus, Grendeng, Purwokerto Utara. Jalan Kampus merupakan jalan utama yang menghubungkan dua komplek kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), perguruan tinggi negeri terbesar di Purwokerto. Bertempat di gedung PKK Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, selain hadir komisioner KPU Kabupaten Banyumas dan para anggota Perjuka, juga hadir lima anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Dapil 1 (empat kecamatan Eks-Kotip Purwokerto dan Patikraja).

Yasum Surya Mentari yang mewakili KPU Kabupaten Banyumas mengapresiasi kehadiran para anggota DPRD yang bersedia hadir menyambangi komunitas PKL dan Abang Becak. Menurut anggota KPU Kabupaten Banyumas yang membidangi Parmas dan SDM ini, pemilih perlu mengetahui hasil dari partisipasi mereka pada 17 April yang lalu, siapa saja yang akhirnya terpilih dan apa yang dilakukan agar aspirasi mereka dapat disampaikan oleh wakil-wakil mereka di lembaga legislatif.

Bagi para anggota DPRD yang terpilih, interaksi dengan konstituen juga diperlukan untuk mengenalkan diri sekaligus menjelaskan tugas, pokok dan fungsi DPRD. “Karena itu kami hadirkan para anggota (DPRD) yang terpilih dan sudah dilantik kemarin kepada panjenengan (hadirin) semua. Ini lho hasil kemarin kita mencoblos (menggunakan hak pilih) pada 17 April. Yang ada di depan kita semua adalah wakil-wakil kita”, ujar Surya sembari mengenalkan satu per satu para anggota dewan yang hadir.

PKL dan Abang Becak Minta Diperhatikan

Setelah diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri, giliran sesi dialog antara para anggota Perjaka dan anggota dewan yang hadir. Hadi Nadu (45), salah seorang pengurus Perjaka, menyampaikan unek-unek komunitas PKL dan Abang Becak di Jalan Kampus. Ia dan para anggota yang lain mengeluhkan jika saat ini pekerjaan sebagai tukang becak tergusur oleh transportasi berbasis daring (online). Rekan-rekannya saat ini sudah banyak yang kehilangan mata pencaharian.

“Saat ini dari 35 orang anggota, paling banter saat ini hanya 1-2 orang saja (yang mangkal). Jadi, satu per satu para anggota yang aktif di komunitas juga otomatis berkurang”, terang Hadi. Dia mengaku, sejak Perjaka didirikan tahun 2007 saat ini merupakan saat yang paling sulit. Pasalnya, pelanggan lebih memilih transportasi online dibanding becak. Sedangkan bagi PKL, pendapatan dari berdagang dan menawarkan jasa juga tidak tentu. Ditambah lagi ke depan tidak tahu apakah ada penataan dari pemerintah atau tidak. “ Akhirnya kebanyakan jadi tukang parkir atau jadi pengangkut sampah keliling”, keluh Khanafi (62), Ketua Perjaka menambahkan apa yang telah dikeluhkan rekan-rekannya.

Sementara itu, Karto (50) menyayangkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang menurutnya sangat memberatkan rakyat kecil seperti dirinya. “Gimana ya untuk makan sehari-hari saja susah. Apalagi Saya ada 6 orang yang harus membayar iuran (BPJS)”, keluh pemilik lapak koran di sekitar Jalan Kampus. Dia yang mengaku anggota salah satu partai politik berharap kepada anggota dewan untuk tetap setia memegang sumpah jabatan dan tidak membeda-bedakan konstituennya sekalipun berbeda pilihan politik.

Dari perwakilan perempuan PKL menanyakan perihal biaya pendidikan setingkat SMA yang masih tidak digratiskan pemerintah. “Kenapa ya anak Saya yang bersekolah di SMK masih ada biaya ini-itu. Padahal untuk tingkat SMP dan SD gratis. Apa memang begitu?”, tanya Suwarti (55), salah seorang perempuan PKL.

Semua Butuh Mekanisme

Komisioner KPU dan lima Anggota DPRD Kabupaten Banyumas

Lulin Wisnu Prajoko (45), menerangkan bila semua usulan pembangunan dan program kesejahteraan masyarakat harus melalui mekanisme perencanaan. Menurut anggota dari PDI-Perjuangan ini, seluruh program pembangunan harus didahului dengan usulan tertulis dari masyarakat. “Saya sarankan dari Perjaka untuk menyusun usulan tertulis dalam bentuk proposal yang mewakili kebutuhan komunitas PKL dan para abang becak”, ujar legislator asal Kecamatan Patikraja ini. Selain itu, terkait dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah pusat. Namun, Pemda telah menganggarkan Jamkesda bagi masyarakat tidak mampu. Hanya saja layanan kelas untuk Jamkesda dikonversi menjadi kelas layanan paling bawah di BPJS.

Sementara itu, Andik Pegiarto (57), legislator Partai Golkar menyarankan agar Perjaka memiliki badan hukum agar memudahkan administrasi apabila nanti ada penyaluran bantuan dari pemerintah. “Yang penting badan hukum dulu. Nanti bisa Saya bantu untuk badan hukum karena Saya kebetulan juga ketua Dewan Koperasi Banyumas”, tambahnya.

Selanjutnya, Abidillah Efendi (50) anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional, memotivasi para anggota Perjaka untuk jangan lelah dalam mencari rezeki di tengah situasi yang sulit. Menurutnya, Tuhan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya, sepanjang memiliki kemauan untuk berusaha. “Tidak ada yang sulit selama kita tidak berhenti untuk berusaha”, kata legislator yang telah dua kali terpilih menjadi anggota DPRD ini. Dia juga mempersilahkan bila melalui komunitas Perjaka untuk turut serta pada lelang lahan parkir dari Pemkab Banyumas.

Andrias Kartikosari (42) memberikan jawaban bahwa untuk biaya pendidikan setingkat SMA, bukan lagi kewenangan pemerintah kabupaten, tapi saat ini sepenuhnya di bawah Dinas Pendidikan Provinsi. “Pemerintah Kabupaten hanya membawahi SD dan SMP (negeri), yang saat ini sudah gratis. Silakan jika ada orang tua wali yang ditarik biaya segera laporkan ke kami”, terang legislator asal PDI-Perjuangan ini.

Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera, Atik Luthfiyah (49), menyampaikan terkait tugas, pokok dan fungsi Alat Kelengkapan DPRD. Legislator perempuan ini menyampaikan bahwa dirinya saat ini duduk di Komisi 4, yang bermitra dengan dinas/badan yang terkait dengan kesejahteraan rakyat. “Dinas-dinas seperti pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat sampai dengan dinas pariwisata menjadi mitra kami di komisi 4”, ujarnya. Dia juga menambahkan jika dirinya siap membantu bila ada program yang terkait dengan tugas di komisinya.

Pada akhir acara, Hanan Wiyoko selaku moderator menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Banyumas akan melaksanakan kegiatan serupa di tempat-tempat dan komunitas-komunitas lainnya. “Dalam waktu dekat kita sudah berkoordinasi untuk datang ke komunitas penambang pasir Sungai Serayu”, kata anggota KPU yang membawahi divisi teknis ini. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!