Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KPU BANYUMAS BELAJAR PENGELOLAAN RPP DI BOGOR DAN BANDUNG

Studi komparasi pengelolaan RPP KPU Kota Bogor

BANDUNG Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas melakukan studi komparasi untuk peningkatan pengelolaan Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Kota Bogor dan Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu-Jumat (4-6/12/2019). Studi ini dilakukan dengan mengunjungi RPP KPU Kota Bogor dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

Menurut Yasum Surya Mentari, kunjungan dilakukan untuk mempelajari digitalisasi data Pemilu. Menurut anggota KPU yang membidangi Divisi Parmas dan SDM ini KPU Banyumas perlu belajar dalam hal pelayanan akses informasi dan penatakelolaan dokumen Pemilu, penggunaan teknologi informasi dan tata-kelola RPP. “Ini sesuai dengan program KPU yang mendorong adanya digitalisasi data Pemilu di bawah program RPP”, katanya.

Lebih lanjut, Yasum Surya menjelaskan bahwa KPU Kota Bogor sejak 2015 sudah menerapkan pengelolaan data dan dokumen Pemilu berbasis digital. Di samping itu, KPU Kota Bogor juga merupakan tempat paling bagus untuk belajar e-voting. “Bukan kebetulan juga disana telah ada perangkat e-voting. Jadi sekalian kita bisa menimba ilmu dan pengalaman tentang e-voting”, ujar alumni Fisip Unsoed ini.

Tiga Keunggulan

Saat tim KPU Kabupaten Banyumas menyambangi kantor KPU Kota Bogor di Jalan Loader, Baranangsiang, Kota Bogor, sekilas tidak ada yang nampak istimewa dari bangunan RPP yang dikelola. RPP hanya menempati ruangan berukuran 10×6 meter. Tampilan data dinding dan ornamennya pun nampak biasa, seperti ditemuai di RPP di tempat lain. Tetapi setelah mendengar penjelasan langsung dari Dian Askhabul Yamin, selaku pengelola RPP, ada yang istimewa dan tidak dipunyai di RPP lain. “Ada tiga unggulan yang kami punyai, yaitu Sidalu (Sistem Arsip Data Pemilu), Anjungan Informasi Pemilu dan E-Voting”, kata Dian di depan rombongan KPU Banyumas.

Pria asal Cilacap yang sudah lama tinggal di Kota Bogor ini mengungkapkan perangkat e-voting dan anjungan informasi merupakan hasil dari inovasi KPU Kota Bogor. Sedangkan Sidalu hasil dari inovasi sekretariat. “Sebetulnya untuk yang kami kembangkan dari aplikasi yang sederhana basisnya dari Microsoft Powerpoint saja. Jadi kami yakin semua orang bisa membuat”, terangnya.

Komitmen Bersama Komisioner dan Sekretariat

Dr. Bambang Wahyu, anggota KPU Kota Bogor yang lain, lebih banyak menjelaskan sejarah berdirinya RPP sampai dengan berhasil diganjar RPP terbaik oleh KPU RI. Menurut Bambang, pemikiran untuk mendigitalkan data dan dokumentasi pemilu didasari oleh kenyataan bahwa KPU Kota Bogor belum memiliki kantor yang permanen. Maka, harus dicari agar seluruh arsip dapat didokumentasikan secara digital sehingga saat diperlukan dapat cepat untuk dicari. “Jadi awalnya dari kekhawatiran bila berpindah kantor arsip akan sulit dicari”, katanya.

Bambang menambahkan seluruh inovasi mustahil dapat dilaksanakan bila tidak ada kekompakan antara komisioner dan sekretariat. Dia bersyukur di KPU Kota Bogor antara komisioner dan sekretariat punya komitmen yang sama untuk mengembangkan RPP. “Kuncinya (inovasi) harus ada kekompakan antara komisioner dan sekretariat”, tegasnya.

Di Bandung Belajar Aplikasi Pelayanan Masyarakat

Setelah belajar RPP dari KPU Kota Bogor, kunjungan selanjutnya adalah belajar pengembangan pelayanan informasi dan pelayanan masyarakat di Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat di Jalan Tamansari Nomor 55, Kota Bandung, Jawa Barat.

Salah satu Panel Informasi dari Jabar Digital Service

Rombongan KPU Kabupaten Banyumas Purnomo Yustianto, ST MT, Kepala Bidang Aplikasi Informatika. Purnomo menjelaskan bahwa fokus Pemprov Jabar saat ini adalah fokus pada program Jabar Digital Service. Program berbasis pada aplikasi untuk Ketua RW se-Provinsi Jawa Barat. “Masing-masing Ketua RW nantinya akan akan diberikan satu smartphone dan bantuan Dana Desa, lalu akan diinstal aplikasi untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat”.

Tetapi menurut pria asli Semarang ini, Pemprov Jabar masih menggunakan kanal “LAPOR” di website Pemprov untuk segala aduan masyarakat. Rombongan juga diberikan tur tentang model keamanan data dan server serta cara kerja tim di dinas Kominfo terkait sinkronisasi data antar-dinas agar masyarakat mudah mengakses data dan informasi yang dibutuhkan. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!