Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KPU BANYUMAS BERI TIPS DETEKSI BERITA HOAX

PURWOKERTO – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Hanan Wiyoko memberikan tips mendeteksi berita hoaks. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pelatihan Optimalisasi Media Sosial kepada empat siswa magang di KPU Banyumas, Selasa (8/1) pagi. Hanan mengatakan, salah satu optimalisasi media sosial di zaman sekarang adalah dengan cara cerdas mendeteksi dan melawan berita hoax.

“Teman-teman tidak sekadar menjadi pengguna medsos biasa, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas,” ungkap pria yang pernah menduduki Pimpinan Redaksi di harian Satelit Post ini.

Pada kegiatan yang digelar di Rumah Pintar Pemilu ini Hanan menyampaikan, ada dua tips mudah mendeteksi mana berita hoax dan mana yang fakta. Pertama, lihatlah sumber berita tersebut. Menurutnya, hoax sering tersebar dari website yang kurang kredibel. Indikator itu bisa dilihat dari domain websitenya, konten berita dalam website, waktu publikasi berita dan lainnya.

“Jadikan juga beberapa media massa yang besar dan kredibel sebagai pembanding berita tersebut,” lanjut Hanan.

Tips kedua, yaitu dengan melihat konten berita tersebut. Berita hoax akan relatif mengandung konten yang provokatif, mengandung SARA dan ujaran kebencian.

Hanan melanjutkan, tips tersebut memang tidak 100 persen dapat dijadikan kunci. Namun tips itu bisa dijadikan sebagai perangkat filterisasi berita.

“Jika suatu saat kita akan mengeshare berita, maka harus dicrosscheck dulu validitas beritanya,” tegas Hanan.

Terutama dalam situasi menjelang Pemilu 2019 ini, lanjutnya, masyarakat perlu waspada terhadap berita hoax yang menyerang KPU. Hanan mengajak peserta untuk lebih selektif membaca dan mengeshare berita. Jika terbukti hoax, maka harus dilawan. Selain itu, ia juga berharap agar peserta bisa memproduksi konten yang positif dan bermanfaat untuk masyarkat.

Tidak ketinggalan, Hanan juga memberikan pelatihan kepenulisan berita. Ia menyampaikan bahwa prinsip berita adalah menyampaikan informasi 5W + 1H. Dan akhirnya, peserta berlatih membuat narasi berita. [jik]

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!