Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KPU RI : TAHAPAN PEMILU 2019 ON THE TRACK

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Arief Budiman menyatakan Pemilu 2019 siap digelar. Beberapa item penting seperti anggaran, penyelenggara, logistik, data pemilih, dan pendukung lain dinyatakan siap dan on the track (sesuai tahapan).

Demikian dikatakan Arief Budiman saat memberikan laporan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemilu 2019 di Ancol, Jakarta, Sabtu (17/11) siang. Acara diikuti seluruh anggota KPU Provinsi dan 514 KPU Kabupaten/Kota. Diperkirakan ada lebih 3.500 anggota KPU se-Indonesia memadati lokasi penyelenggaraan acara. Termasuk di antaranya lima orang Komisioner KPU Kabupaten Banyumas dan Sekretaris KPU Banyumas.

“KPU RI menyimpulkan sampai tahap ini, KPU RI siap untuk mengadakan Pemilu 2019,” kata Arief. Acara tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri, Bawaslu RI, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Polri, media massa, LSM, dan stake holder kepemiluan lainnya.

Hal tersebut dinyatakan oleh Arief setelah melakukan pengamatan dari Rakornas tingkat Divisi yang digelar malam sebelumnya, Jumat (16/11). Menurutnya, kesiapan tersebut diukur dari dukungan anggaran yang memadai di tahun 2018 dan 2019. Kemudian sudah dilakukan pengecekan kesiapan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota serta badan adhoc seperti PPK di tingkat kecamatan dan PPS di tingkat desa/kelurahan.

Selain itu, fokus lain adalah kesiapan logistik Pemilu 2019. Dilaporkan, saat ini produksi kotak suara sudah 100 persen dilakukan. Progresnya, 76 persen terdistribusi dan 24 persen dalam proses pengiriman. Kemudian untuk pencetakan Surat Suara, kata Arief akan dilakukan awal Januari 2019 dan didistribusikan Februari 2019. Kesiapan lain yang disampaikan oleh Ketua KPU RI adalah soal data pemilih yang menurutnya sudah siap. Meski demikian, masih ada penyempurnaan daftar pemilih tetap untuk enam provinsi selama 30 hari ke depan yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

Sementara itu dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan perlunya mewaspadai politik uang dan politisisasi isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan atau SARA dalam kampanye. Menurutnya keduanya adalah racun demokrasi yang harus diberantas.

Di acara tersebut diberikan penghargaan dari KPU RI terhadap beberapa pihak yang dianggap berkontribusi bagi demokrasi dan Pemilu di Indonesia. Yang menerima penghargaan di antaranya adalah Prof Ramlan Surbakti (mantan KPU RI) serta LSM dan media massa. Para peserta dihibur dengan tari-tarian yang melambangkan keberagaman Nusantara, penyanyi Anji, dan komedi dari pelawak nasional. [hwo]

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!