Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

Sosialisasikan Pilkada Dialogis, KPU Banyumas Ajak Warga Ndopok Bareng

Purwokerto – Sejumlah 70 peserta perwakilan lembaga, Ormas, komunitas dan organisasi tingkat Kecamatan Baturraden  mengikuti Forum Ndopok Bareng dalam rangka sosialisasi Pilkada Serentak Tahun 2018 bersama anggota dan staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas. Acara berlangsung di Warung Kopi Lanang, Pamijen, Baturraden Rabu malam (13/12). Dari KPU Kabupaten Banyumas hadir ketua dan anggota serta didampingi sejumlah pejabat struktural dan staf sekretariat.

Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Unggul Warsiadi menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan pestanya orang Banyumas di tahun 2018 mendatang, Pilkada Banyumas. Forum ndopok, menurutnya, merupakan forum santai untuk penyampaian informasi yang didesain berlangsung dua arah. Tidak hanya dari KPU, tetapi juga dari para tokoh masyarakat.

“Kita sengaja membuat forum yang lebih santai dari biasanya agar hadirin lebih luwes dalam menerima dan menanggapi informasi dari kami,” terang Unggul.

Forum Ndopok Bareng ini juga ditujukan agar KPU Kabupaten Banyumas mendapatkan kritik dan saran dari masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkada yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.

Pilkada Banyumas, lanjut Unggul, merupakan momen di mana masyarakat dapat menggunakan kedaulatannya secara penuh untuk memilih. Masyarakat dapat meminta dan membuat semacam kontrak politik dengan berbagai pasangan calon yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan daerahnya.

“Gunakan tahap kampanye pasangan calon untuk membuat kesepakatan-kesepakatan dengan calon untuk kemajuan Banyumas,” tegasnya.

Unggul juga mengingatkan jangan sampai masyarakat terbuai dengan mekanisme kampanye-kampanye yang keliru.

“Jangan mau hidup kita 5 tahun ke depan digadaikan hanya dengan uang Rp. 50.000,” ajak Unggul kepada peserta.

Senada dengan Unggul, Imam Arif Setiadi pada kesempatan yang sama juga menyampaikan, kontrak politik dapat dijadikan bahan pengingat kepada calon terpilih saat ia lalai akan kontrak yang telah disepakatinya.

“Kita bawa saja surat kontrak politik tersebut kepada Bupati untuk menagih janjinya saat kampanye dulu,” terang Imam, anggota KPU Kabupaten Banyumas divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat.

Ndopok (ngobrol, red) di antara peserta dengan anggota KPU Kabupaten Banyumas pun berlangsung sampai malam berlarut. Peserta antusias mengikuti dan merepon pembicaraan yang disampaikan anggota KPU.

Di akhir pembicaraan, Unggul berharap agar peserta yang dikirim sebagai perwakilan dari organisasinya dapat meneruskan informasi yang didapat kepada anggota dan masyarakat di sekitarnya. [rfk]

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!