Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

UNGGUL WARSIADI ISI KULIAH UMUM MAHASISWA ILMU POLITIK UNSOED

Purwokerto – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum mahasiswa Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto pada Senin (19/3) di ruang bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNSOED. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Banyumas, Yon Daryono yang juga menjadi pembicara, Jarot Subroto selaku pembantu Dekan I dan Luthfi Makhasin selaku kepada jurusan Ilmu Politik. Kegiatan diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa.

Unggul menyampaikan, mahasiswa sebagai pemuda memiliki masa penting untuk belajar banyak tentang politik, khususnya dalam masa-masa pemilihan di tahun 2018. Menurutnya, waktu yang dimilikinya jangan sampai tersia-siakan di momen yang terselenggara hanya setiap lima tahun sekali ini.

“Ada yang baru masuk usia pertama nyoblos jadi jangan sampai tidak nyoblos,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengenalkan bahwa ada dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Banyumas dan dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak Tahun 2018. Unggul mengajak agar setiap mahasiswa yang tinggal di wilayah penyelenggara pemilihan untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara untuk mencoblos.

“Suara Anda itu penting untuk kesejahteraan daerah masing-masing wahai para mahasiswa,” tegasnya.

Unggul mengingatkan bahwa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) saat ini menjadi kunci untuk menggunakan hak pilih di TPS. Sedangkan bagi mahasiswa yang tidak dapat menggunakan hak pilih di tempat asal, dapat menggunakan hak pilih di TPS sekitar kampus. Asalkan membawa surat pindah memilih.

“Jadi tidak otomatis hanya berbekal KTP saja sudah sudah bisa nyoblos di sini,” tandasnya.

Tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Unggul, Yon Daryono juga memberikan edukasi tentang etika berpolitik yang baik dan sesuai dengan perundang-undangan. Ia memperingatkan, jangan sampai mahasiswa sebagai pemuda terjerumus kepada etika perpolitikan yang keliru. [rfk]

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!