Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

Jadi ‘Guru Demokrasi’, KPU Banyumas Sambangi Pemilih Pemula

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Komitmen untuk memberikan penyadaran betapa penting pendidikan pemilih pemula mendesak segera diwujudkan. Hal itu dapat dilakukan oleh KPU dengan cara mendatangi kantong-kantong pemilih pemula di SMA sederajat. Karena itu, meski tidak dianggarkan dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2020, KPU Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk mewujudkan pemilih pemula yang berdaulat.

Bertempat di studio audio-visual SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto, Selasa (03/11/2020), Ketua dan anggota KPU Banyumas Imam Arif S dan Hanan Wiyoko menjadi ‘guru demokrasi’ untuk menyampaikan pentingnya menjadi pemilih yang berdaulat yang sehat agar keberlangsung demokrasi kuat.

“Ayo kita sebagai generasi muda, buktikan bahwa kita mewujudkan demokrasi yang murah, jadi siapapun yang terpilih menjadi pejabat publik tidak memiliki mental pemburu rente untuk bisa cashback (kembali modal),” tutur Imam, saat menjelaskan problem mendasar demokrasi Indonesia saat ini berupa politik uang.

Imam mengatakan munculnya para pejabat yang terbelit kasus korupsi sangat mungkin terjadi karena didera mentalitas pemburu rente itu. Akibatnya, kata pria empat anak ini, banyak program pembangunan yang tidak dapat dinikmati lapisan masyarakat yang membutuhkan.
“Pemilih milineal harus bisa memutus mata rantai penyakit demokrasi ini, jika ingin pemimpin-pemimpin yang berkualitas,” ujarnya.

Pada kesempatan berikutnya, Hanan menyinggung karakter pemilih yang berdaulat. Menurutnya, pemilih yang berdaulat tidak memilih berdasarkan iming-iming (imbalan), amang-amang (ancaman) atau omong-omong (berita yang belum pasti).
“Kenali visi, misi calon. Cermati rekam-jejaknya. Kemudian diskusinya dengan orang lain agar kita ada tambahan masukan informasi siapa yang akan kita pilih,” kata Hanan menjelaskan tips menjadi pemilih yang cerdas.

Pada akhir penyampaian materi, Hanan mengajak para siswa untuk lebih kritis terhadap situasi sekitar, termasuk isu-isu sosial politik. Menurut pria yang juga mantan jurnalis media cetak ini, penting bagi pemilih pemula untuk berpartisipasi tidak hanya dalam Pemilu, tetapi juga partisipasi lainnya, seperti memberikan sikap terhadap persoalan-persoalan sosial-politik.

Seperti diketahui, mulai tahun ini KPU Banyumas menginisiasi kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih melalui “KPU Mengajar” dengan sasaran siswa SMA sederajat di Kabupaten Banyumas. Menurut rencana, “KPU Mengajar” berikutnya akan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Purwokerto dan SMA Baturraden. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!