Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

JUGURAN DEMOKRASI, HANAN WIYOKO PERINGATKAN SOAL BAHAYA HOAKS

PURWOKERTO – Dalam pagelaran Juguran Demokrasi bertemakan Hoaks di Tahun Politik, Jumat (18/1), Hanan Wiyoko selaku anggota KPU Kabupaten Banyumas memperingkatkan soal bahaya penyebaran berita hoaks. Katanya, di tahun sensitif seperti tahun Pemilu ini berita hoaks kerap diluncurkan untuk menyerang berbagai pihak, salah satunya KPU.

“Sudah ada beberapa berita hoaks yang muncul dan menyerang KPU. Seperti berita 7 kontainer surat suara sudah dicoblos, isu tiga juta pemilih siluman, isu kotak suara dari kardus mie instan, dan sebagainya,” terang Hanan Wiyoko dalam juguran yang digelar di Ruang Sidang Mahasiswa FISIP UNSOED, Purwokerto ini.

Di hadapan puluhan peserta, Hanan menyampaikan agar masyarakat yang sudah menjadikan gadget sebagai kebutuhannya mewaspadai persebaran berita yang kerap menimbulkan masalah ini.

Tidak seorang diri Hanan menjadi narasumber, hadir juga Edi Santoso selaku akademisi dan Djito El Fateh selaku founder Indonesia Mulia menemaninya.

Pada kesempatan itu Edi menyampaikan bahwa hoaks atau yang lebih tepat disebutnya sebagai disinformasi merupakan penyampaian informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Menurutnya, ini berawal dari niat seseorang untuk menyembunyikan sebagian informasi dan menambahkan informasi yang berbeda dengan realita.

“Hoaks adalah informasi yang dibuat oleh orang pintar tapi jahat, kemudian disebar oleh orang baik namun bodoh,” ungkap Edi.

Menutup sesi materi, Djito mengajak peserta agar lebih cermat dan cerdas menilai setiap berita. Jika ingin menyebar berita, lanjutnya, masyarakat harus menyeleksi berita yang benar.

“Setelah dipastikan berita itu benar, pertimbangan selanjutnya adalah nilai kebermanfaatan suatu berita,” pungkas Djito.

Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. [rfk]

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!