Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

Kaum Muda Harus Lebih Banyak Berkiprah

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id– Partisipasi kaum muda dalam pemilihan umum (pemilu) dan demokrasi masih terbatas dan pasif. Secara kuantitas, pemilih kaum muda pada Pemilu 2019 lalu mencapai 60,3 juta atau sekitar 31,63 persen. Sementara itu, di Kabupaten Banyumas pemilih yang berusia 17-30 tahun itu juga cukup signifikan, tercatat sebanyak 1,35 juta atau 27,73 persen dari total pemilih. Sayangnya, kaum muda yang menjadi calon anggota legislatif (Caleg) hanya berkisar 16,3 persen saja dari 503 calon. Bahkan, dari 50 orang anggota dewan yang terpilih, hanya satu orang saja yang berusia di bawah 30 tahun.

“Kaum muda (di Banyumas) saat ini memang belum banyak yang berminat menjadi kontestan Pemilu. Sedangkan, untuk menjadi penyelenggara Pemilu proporsinya sudah cukup banyak, 19-20 persen anggota PPK dan PPS di Banyumas adalah mereka yang berusia di bawah 30 tahun,” kata Yasum Surya Mentari, pada diskusi virtual dengan tema “Peran Kaum Muda Banyumas dalam Pemilu dan Demokrasi”, Jumat (26/06/2020), yang dihelat KPU Banyumas.

Anggota KPU Banyumas yang membawahi divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM ini juga menyampaikan bahwa upaya KPU untuk menjangkau segmen pemilih ini juga telah dilakukan. Kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih, lanjut Yasum Surya, yang ditujukan bagi segmen pemilih ini KPU lakukan dengan cara-cara baru untuk menyesuaikan dengan kebiasaan dan orientasi nilai yang mereka anut. “Generasi pemilih ini paling banyak terkena penetrasi media sosial, jadi harus ada pendekatan-pendekatan khusus,” ujarnya, menjelaskan langkah-langkah KPU dalam menjangkau segmen pemilih ini.

Kontribusi

Sementara itu untuk mendorong partisipasi politik aktif kaum muda, akademisi FISIP Unsoed, Andi Ali Said Akbar, menilai partai politik dapat berperan dengan cara mengakomodir politisi muda dan memberdayakan sayap partai yang mengayomi pemilih muda. “Selain partai, KPU dan pemerintah daerah dapat menyelenggarakan kursus kader pemilu di tingkat kecamatan sampai dengan desa kelurahan,” ujar pengajar mata kuliah manajemen Pemilu dan Partai Politik Jurusan Ilmu Politik ini.

Dia menambahkan langkah-langkah itu penting mengingat wajah partisipasi warga dalam proses-proses politik kian mengkhawatirkan. Itu ditandai, lanjut dia, dengan partisipasi pemilih yang naik-turun tapi anehnya partai politik terus mengalami penambahan. “Ada banyak Dapil yang kosong (tidak ada Calegnya). Itu berarti tidak ada kaderisasi di partai politik”, katanya.

Dari perspektif Kaum Muda sendiri, memang banyak yang perlu dibenahi. Menurut Gigih Algano, yang berbicara atas nama Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banyumas, KNPI merupakan wadah bersama semua elemen pemuda untuk berproses dalam dunia politik. “KNPI Banyumas beberapa waktu lalu vakum dan mulai untuk diaktifkan kembali”, kata pria yang berprofesi sebagai advokat ini. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!