Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KGTC IT TELKOM Purwokerto: Pentingnya Partisipasi Mahasiswa Sebagai Pemilih Milenial

 

Para narasumber: Anggota KPU Suharso Agung Basuki (kiri), bersama Rektor IT Telkom Purwokerto Ali Rokhman (tengah) dan moderator Anggota KPU Yasum Surya Mentari dalam acara KPU Goes To Campus, Selasa (20/10/2020)

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas demokrasi, dimana pemilih tidak hanya sekedar nyoblos tetapi juga sadar dan tahu siapa yang dicoblos serta apa program kerjanya. Demikian pula mahasiswa sebagai generasi milenial, hendaknya menjadi pemilih cerdas yang dapat menciptakan demokrasi yang berkualitas. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif S dalam sambutan kegiatan KPU Goes To Campus Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Selasa (20/10/2020).

Bertempat di Gedung IoT (Internet of Things) 102-103 IT Telkom Purwokerto, KPU Banyumas menggelar kegiatan sosialisasi Pendidikan pemilih secara daring dan tatap muka terbatas dengan narasumber Anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Suharso Agung Basuki dan Rektor ITTP Dr. Ali Rokhman, M.Si serta moderator Anggota KPU Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Yasum Surya Mentari.

Suharso Agung Basuki yang akrab disapa Agung, dalam paparannya menyampaikan mengenai penyelenggaraan pemilu cyber di era digital, karakteristik, tantangan dan peluang pemilu cyber, serta bagaimana KPU mengadopsi kemajuan teknologi informasi.

“Untuk transparansi dan layanan informasi publik, ada banyak sistem teknologi informasi yang dimanfaatkan oleh KPU antara lain Sidalih (Sistem Informasi Daftar Pemilih), Situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara) dan juga sistem IT lainnya yang digunakan sebagai penunjang dalam kegiatan KPU,” ujar Agung di hadapan peserta dari kampus yang berbasis teknologi ini.

Sedangkan Ali Rokhman selain menyoroti tantangan besar dalam penyelenggaraan pemilu baik tantangan klasik berupa politik uang, politik identitas dan partisipasi masyarakat maupun tantangan kekinian yakni hoax di media sosial, pencurian data dan big data, juga mengajak mahasiswa agar tidak terpancing oleh hoax serta aktif mensukseskan agenda demokrasi di Indonesia.

“Perlu dipahami bahwa partisipasi mahasiswa sebagai pemilih milenial yang kritis dalam pemilihan sangatlah berpengaruh karena wakil rakyat atau pemimpin yang dipilih akan mengambil kebijakan publik yang berkaitan pula dengan nasib kalian sebagai mahasiswa, misal mengenai biaya pendidikan,” jelas Dekan FISIP UNSOED Purwokerto perode 2013-2017 ini. (sks)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!