Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KPU BANYUMAS BANGUN KESEPAHAMAN MENGENAI PAW ANGGOTA DPRD

Komisioner KPU Kabupaten Banyumas menyampaikan mekanisme PAW Anggota DPRD Kabupaten/Kota, Selasa (28/01/2020)

PURWOKERTO – Mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten/Kota menjadi bahasan rapat koordinasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas, Selasa (28/01/2020).

“Tujuan rakor hari ini adalah untuk membangun kesepahaman bersama antara KPU, Parpol dan instansi terkait, mengenai mekanisme PAW Anggota DPRD,” kata Ketua KPU Banyumas, Imam Arif Setiadi dalam sambutannya.

Imam menyampaikan bahwa ada mekanisme tambahan yakni klarifikasi untuk calon PAW yang dinyatakan TMS (meninggal dunia, mengundurkan diri dan tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon anggota DPRD sesuai peraturan yang berlaku) serta adanya informasi tertulis dari masyarakat.

KPU melakukan klarifikasi dalam waktu lima hari kerja sejak diterimanya surat permintaan PAW dari Pimpinan Dewan. Mekanisme dilaksanakan berdasarkan peraturan KPU Nomor 6 tahun 2019 tentang perubahan peraturan KPU Nomor 6 tahun 2017 tentang Penggantian Antarwaktu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Hanan Wiyoko selaku Divisi Teknis Penyelenggaraan menyampaikan bahwa PAW merupakan proses penggantian anggota DPR/DPRD yang berhenti antarwaktu untuk digantikan oleh calon PAW yang diambil dari Daftar Calon Tetap (DCT) dari partai yang sama pada dapil yang sama yang menduduki peringkat suara terbanyak berikutnya.

Alasan pemberhentian antara lain meninggal dunia, mengundurkan diri (atas permintaan sendiri atau ditetapkan sebagai calon peserta dalam Pilkada) dan diberhentikan oleh partai.

PAW tidak dilaksanakan apabila sisa masa jabatan Anggota DPRD yang digantikan kurang dari 6 (enam) bulan terhitung sejak surat Permintaan PAW dari Pimpinan Dewan diterima oleh KPU Kabupaten.

Alur Proses PAW Anggota DPR/DPRD

Hanan juga menjelaskan alur proses PAW yang dimulai dari penyampaian surat Permintaan nama calon pengganti terhadap pemberhentian anggota DPRD oleh Pimpinan Dewan kepada KPU Kabupaten, untuk kemudian diproses (pencatatan, penelitian dokumen dan klarifikasi) oleh KPU hingga penyampaian surat jawaban dan berita acara beserta lampiran kepada Pimpinan Dewan.

KPU juga menyiapkan aplikasi SIMPAW (Sistem Informasi Manajemen Pergantian Antarwaktu) untuk mengolah data dan menghasilkan laporan data PAW serta layanan informasi kepada publik.

Menutup rakor, Imam menegaskan bahwa dalam mekanisme PAW, KPU bersifat pasif, menunggu surat permintaan PAW dari Pimpinan Dewan. Hasil proses PAW internal parpol disampaikan parpol kepada pimpinan dewan untuk kemudian diteruskan ke KPU.

Bertempat di Aula KPU Banyumas. rakor diikuti oleh perwakilan dari Partai Politik, Kesbangpol, Tata Pemerintahan Setda, Sekretariat DPRD Kabupaten Banyumas dan media lokal. (ar/nf)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!