Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KPU Banyumas Digitalisasi Data Pemilu 2019 Dari 5.437 TPS

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Guna mempermudah akses informasi serta pengarsipan dokumen hasil Pemilu serentak tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas melaksanakan pengelolaan dokumen hasil Pemilu 2019 baik secara manual maupun digital. Adapun pendokumentasian hasil pemilu dalam bentuk digital (digitalisasi) dilakukan dengan cara pindai / scan dan unduh. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Digitalisasi Data Pemilu 2019 di aula KPU Kabupaten Banyumas, Senin (27/07/2020).

Data pemilu merupakan arsip penting dan menjadi bahan informasi yang paling sering ditanyakan oleh publik baik itu stakeholder, mahasiswa dan pihak lain yang membutuhkan, sehingga harus terdokumentasikan dengan baik dan lengkap hingga tingkat TPS. “Untuk itu kegiatan dokumentasi dan digitalisasi ini harus segera dilakukan, sekaligus merupakan bukti kerja kita sebagai penyelenggara pemilu kepada publik,” kata Ketua KPU Banyumas, Imam Arif Setiadi dalam arahannya.

Data Pemilu 2019 yang didigitalisasi antara lain dokumen pencalonan, formulir DA (Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kecamatan), formulir DAA (Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Desa/Kelurahan), formulir C1 (catatan hasil penghitungan suara di TPS) dan C1 Plano. Adapun dokumen pencalonan, formulir DA dan DAA Pemilu 2019 sudah terdigitalisasi sebelumnya.

“Digitalisasi formulir C1 dari 5.437 TPS yang berasal dari 27 kecamatan dan 331 desa/kelurahan dibagi kepada seluruh staf. Harapannya dapat selesai dalam waktu 2-3 bulan mendatang,” ujar Hanan Wiyoko yang membawahi Divisi Teknis Penyelenggaraan. Digitalisasi dilakukan dengan mengunduh dari aplikasi SiTung di laman kpu.go.id minimal 2 jam per hari oleh tiap-tiap staf. Untuk kemudian dievaluasi dan dilaporkan melalui Kasubag setiap minggunya.

“Setelah ini selesai, agenda digitalisasi berikutnya adalah pemotretan C1 plano. Tentunya hal ini membutuhkan lebih banyak waktu dikarenakan jumlah TPS di Banyumas cukup besar serta terbatasnya peralatan kamera yang dimiliki KPU Banyumas.” pungkas pria lulusan Ilmu Politik Unsoed Purwokerto ini. (sks)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!