Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KPU BANYUMAS IKUTI KONSOLIDASI REGIONAL PARMAS DI MANADO

Kasubbag Teknis dan Hupmas KPU Banyumas mendampingi Komisioner KPU dalam kegiatan Konsolidasi Regional Partisipasi Masyarakat, 12-14 September 2019

MANADO – Kegiatan Konsolidasi Regional (Konreg) Gelombang II Partisipasi Masyarakat (Parmas) di Manado Sulawesi Utara resmi ditutup, Jumat (13/9/2019). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Penutupan kegiatan dihadiri Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Arief Budiman didampingi seluruh anggota KPU RI dan pejabat struktural di Setjen KPU RI. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota divisi SDM dan Parmas dan Kasubbag Teknis dan Hupmas KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota (se Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Sulawesi dan Kalimantan).

Yasum Surya Mentari, yang didampingi oleh Kasworo mewakili KPU Banyumas, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah konsolidasi sekaligus evaluasi hasil partisipasi masyarakat pasca Pemilu 2019. Dia juga menuturkan kegiatan ini akan menjadi persiapan untuk pelaksanaan Pilkada 2020 Serentak di tahun depan.

Wahyu Setiawan selaku Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat mengajak jajarannya untuk tidak berpuas diri dan tetap fokus mempersiapkan agenda kepemiluan berikutnya. Pencapaian yang telah diperoleh pada Pemilu 2019 wajib menjadi tolok ukur untuk mendapat hasil serupa di Pemilihan 2020.

“Angka partisipasi yang tinggi itu mesti harus dipertahankan dengan berbagai pendekatan yang sudah tertera dalam peraturan KPU partisipasi masyarakat. Kita harus menetapkan target partisipasi pada Pemilihan 2020, target tidak ambisi,  target yang realistis,” kata mantan anggota KPU Provinsi Jawa Tengah ini.

Menurut Wahyu melalui forum konreg upaya untuk mempertahankan prestasi tersebut bisa dilakukan. Karena selama Konreg peserta yang berasal dari KPU provinsi, kabupaten/kota diajak untuk berpikir,  mencoba membuat kreasi-kreasi baru yang dapat mendorong partisipasi politik lebih tinggi dari masyarakat. “Subtansial dari partisipasi itu sendiri,” tutur Wahyu.

Sementara itu Arief Budiman dalam sambutannya kembali mengingatkan agar jajaran KPU didaerah tetap bekerja transparan, berintegritas dan profesional. Buah dari ketiga prinsip tersebut adalah terciptanya pelaksanaan yang aman, penyelenggara yang berintegritas hingga berkurangnya sengketa. Pencapaian itu menurut dia juga akan menunjang konsolidasi demokrasi yang semakin lebih baik.

Anti-Hoax

Narasumber Prof. Dr. H. Henry Subiakto, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum menyampaikan materi “Hoax Politik Dan Pilpres Di Era Pasca Kebenaran (Post Truth)”

Pada hari kedua, dilaksanakan diskusi tentang evaluasi Pemilu 2019. Salah satu narasumber yang hadir adalah Prof. Dr. H. Henry Subiakto, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum. Dalam paparannya, Prof. Henry menyampaikan materi “Hoax Politik Dan Pilpres Di Era Pasca Kebenaran (Post Truth)”. Pria yang juga Guru Besar Universitas Airlangga,, Surabaya ini mengatakan bahwa hoaks dan hate speech itu seperti narkoba, ada yang memproduksi, ada yang mendistribusikan, ada yang konsumen yang membutuhkan. “(para konsumen) Ada yang ketagihan, korban sulit disadarkan padahal merusak mental, cara berpikir, dan bahayakan bangsa”, katanya. Melalui Konreg ini KPU beserta jajarannya berkomitmen untuk meminimalisir pengaruh berita bohong dalam penyelenggaraan Pemilu/Pilkada di masa yang akan datang. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!