Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

KPU Banyumas Ikuti Webinar Internasional NETGRIT

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id –   Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Khasis Munandar dan Kasubag Program dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas Subhan Purno Aji mengikuti Webinar International yang diselenggarakan oleh Network For Democracy And Electoral Integrity (Netgrit) dengan topik “Perbandingan International tentang Penerapan Daftar Pemilih Berkelanjutan” pada Kamis (18/03/2021). Disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KPU RI, kegiatan ini bertujuan memperoleh ilmu tentang penerapkan daftar pemilih secara berkelanjutan di negara lain agar bisa mengurangi beban pemutakhiran menjelang penyelenggaraan Pemilu di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari luar negeri dan dipandu oleh Hadar Nafis Gumay selaku Peneliti Senior Netgrit. Ahmad Doli Kurnia Tanjung selaku Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) membuka sekaligus sambutan utama untuk memulai webinar dengan menyampaikan komitmen pembuat mengurai persoalan pendaftaran pemilih yang kerap menjadi masalah dari waktu ke waktu.

Selanjutnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KPU RI Ilham Saputra menyampaikan pihaknya sangat berharap ada masukan untuk perbaikan daftar pemilih ke depan. “Perapihan data secara berskala menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas pemilu kedepan,” ucap Ilham Saputra.

Pengalaman Negara Lain

Direktur studi dan proyek Internasional National Electoral Institute (INE) Mexico Carlos Navaro menjelaskan tentang perkembangan pelaksanaan pendaftaran pemilih yang diterapkan di Meksiko. Disini Carlos menjelaskan bahwa di negaranya para pemilih wajib membawa “Kartu Tanda Pemilih” saat pemungutan suara di TPS. Bahkan, lanjut Carlos, kartu tersebut tidak hanya menjadi salah satu syarat wajib dalam penggunaan hak pilih, tetapi juga untuk kepentingan lain seperti pembukaan rekening bank.

Merespon penggunaan “Kartu Tanda Pemilih” di Meksiko, Hadar yang pernah menjadi Anggota KPU RI 2012-2017 mengatakan sangat mungkin praktek baik itu untuk dimanfaatkan di Indonesia. “Kalau di Indonesia mungkin bisa memanfaatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) agar bisa memaksimalkan fungsi dari E-KTP sekaligus mempermudah rekam data pemilu,” jelas Hadar.

Luie Tito F.Guia selaku Comission on Elections (Commelec) Filipina menjelaskan tentang pengalamann Filipina dalam peralihan dari pendaftaran pemilih periodik ke berkelanjutan. Luiu menuturkan di Filipina dalam pemilih berkelanjutan pemilih didaftar secara independen dan tergantung pada tempat tinggal seperti tingkat desa dan tingkat kota.

Steve Canham peneliti pada International Foundation for Electoral Systems (IFES) menjelaskan bahwa ada tren global di banyak negara penerapan pendaftaran pemilih berkelanjutan semakin meningkat. “Salah satu fakta dari tren ini adalah masyarakat tidak perlu repot untuk mendata ulang karena sudah mempunyai data yang berkelanjutan,” jelas Steve saat menyampaikan materinya.

Viryan Aziz anggota KPU RI menjelaskan bahwa pendaftaran pemilih berkelanjutan di Indonesia dilaksanakan sesuai amanat UU Nomor 17 tahun 2017. Dia menjelaskan bahwa secara singkat dari segi sistematika, manajemen data, sampai dengan upaya yang telah dilakukan oleh KPU melalui pemanfaatan aplikasi berbasis website dan Android.

Diakhir acara, Ferry Kurnia Rizkiyansyah selaku Direktur Eksekutif Netgrit berharap bahwa melalui webinar ini akan bermanfaat untuk perbaikan pendaftaran pemilih berkelanjutan. (rfs_edit spa)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!