Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

Live IG KPU Banyumas Menyapa : Pemilu dan Demokrasi untuk Kesejahteraan Rakyat

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali mengadakan program Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU Banyumas Menyapa secara Live di Instagram dengan tema “Pemilu dan Demokrasi untuk Kesejahteraan Rakyat”, Senin (1/2/2021).

Dalam kesempatan ini, Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif S menjelaskan tentang komitmen dan cita-cita KPU Banyumas. “KPU Banyumas di tahun 2021 sebagaimana tahun- tahun sebelumnya ingin mewujudkan kualitas demokrasi yang sehat, ingin mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang lebih bermartabat” ujar Imam. Perwujudan tersebut antara lain dengan masif melakukan sosialisasi pendidikan pemilih kepada seluruh masyarakat, termasuk melalui Live Instagram ini.

Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan, M.IP menjelaskan kondisi demokrasi di Indonesia saat ini sudah cukup maju. “Pemilu pada Orde baru hanya dijadikan acara ritual pergantian kekuasaan , tidak ada partisipasi publik didalamnya. Baru pada era reformasi mulai terjaminnya mekanisme check and balance disamping nilai-nilai yang sifatnya substansial,” ujar Dimas. Uniknya pada pemilu terakhir rival politik justru masuk dalam satu kabinet kerja, walaupun sebenarnya hal tersebut tidak dilarang dalam undang-undang.

Populi Center dalam survei nasional selalu menanyakan pada publik tentang penilaian demokrasi yang diukur dari waktu ke waktu. Sejak Februari 2018 hingga Oktober 2020 Populi Center melakukan 8 survei nasional yang hasilnya fluktuatif.

“Sebanyak 30,2% masyarakat mengatakan pelaksanaan demokrasi buruk, 48,7% masyarakat mengatakan baik, dan 22,1% lainnya tidak tahu. Artinya hingga Oktober 2020 penilaian pelaksanaan demokrasi kita baik” jelas Dimas.

Menurut Populi Center ada beberapa indikator pelaksanaan demokrasi yang baik, selain kinerja dan pelaksanaan demokrasi juga menanyakan pada masyarakat tentang berapa jumlah partai politik yang diinginkan, kepercayaan KPU dan Bawaslu.

Saran dari Dimas kedepannya agar pemilu dapat menghasilkan output yang bermartabat dimulai dari elit politiknya, apakah dia berkompetisi dengan adab yang sesuai, kedua peran serta penyelenggara, dan yang terakhir dari masyarakatnya sendiri dan partai politik agar lebih bisa meyakinkan dan lebih dekat dengan masyarakat. (asn)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!