Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

Menyongsong Pemilu Tahun 2024 Melalui Webinar Kelas Pemilu

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menggelar Webinar Kelas Pemilu  yang diselenggarakan melalui zoom, dengan tema “Sistem Pemilu Indonesia dan Tantangan Penyelenggara Pemilu 2024” Senin (12/04/2021). Webinar ini dinarasumberi oleh Ahmad Sabiq sebagai Akademisi FISIP Unsoed Purwokerto, Muslim Aisha sebagai Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah dan dipandu oleh Yasum Surya Mentari Anggota KPU Kabupaten Banyumas.

“Tahun 2024 akan diselenggarakan Pemilu secara serentak. Pada hari ini kita akan mendiskusikan bersama terkait penyelenggaraan pemilu serentak tersebut. Secara umum Pemilu 2024 tidaklah berbeda dengan 2018. Selamat mengikuti webinar. KPU Banyumas berkomitmen untuk mewujudkan Pemilu bermartabat, demokrasi sehat, dan politik biaya murah,” sambut Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif S mengawali webinar.

Dalam sesi pertama, Dosen Ilmu Politik yang akrab disapa Sabiq ini menjelaskan tentang sistem pemilu, unsur-unsur pemilu, dan tujuan sistem pemilu sendiri. “Sistem pemilu bertujuan untuk membantu terciptanya perwakilan yang efektif sehingga semua kelompok masyarakat mempunyai kemampuan mengakses posisi-posisi politik. Kita menggunakan sistem pemilihan daftar terbuka, dimana pemilih diberikan kesempatan untuk mengetahui nama calon mana yang akan dia pilih,” papar lulusan ISS the Hague, Belanda ini. Ia juga menjelaskan bahwa sistem pemilu tahun 2024 bertujuan untuk menghadirkan coattail effect, efisiensi atau kemudahan pemilih dalam memberikan pilihannya .

Di sesi kedua, narasumber Muslim Aisha mengatakan bahwa: “Pada tahun 2024 pemilu akan dilaksanakan terlebih dahulu, baru lanjut ke pilkada, bukan pilkada lanjut ke pemilu seperti pilkada 2018 dengan 2019.” Muslim mengatakan bahwa  hal yang ditakutkan adalah terjadinya keterbelahan konfigurasi politik saat pencalonan pilkada, kampanye pilpres yang lebih mengemuka dibanding kampanye pileg menjadi tantangan pada tahapan kampanye. Partai politik jadi lebih sering mengkampanyekan capres yang diusungnya dibanding mengkampanyekan calegnya. Ia juga menjelaskan berbagai tantangan pemilu tahun 2024 mendatang baik dari sisi pendaftaran, sosialisasi, logistik, serta pemungutan & penghitungan suara.

” Tantangan yang saat ini sedang direspon KPU berharap ada suatu kesepahaman. Semoga kedepannya terbuat peraturan yang progresif dan memberikan kemudahan bagi penyelenggara,”ungkap Muslim dalam closing statement nya. Sabiq juga mengungkapkan bahwa sistem pemilu bukan satu-satunya solusi, dia hanya evaluasi itu agar apa yang telah terjadi di pemilu sebelumnya tidak lagi terulang di pemilu selanjutnya. (mmr_sks)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!