Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

NGODEMAS Membedah Toleransi Bersama Kapolresta Banyumas

Purwokerto – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali mengadakan acara Ngobrol Demokrasi KPU Banyumas (NgoDeMas) seri Dialog Tokoh pada Kamis (15/04/2021). Acara tersebut ditayangkan di kanal resmi YouTube KPU Banyumas.

KPU Banyumas menghadirkan M. Firman Lukmanul Hakim S.H., S.I.K., M.Si selaku Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyumas sebagai narasumber kali ini. Sesi dialog itu sendiri juga dipandu oleh Ketua KPU Banyumas, Imam Arif S.

Berbagai macam topik dibahas pada acara diskusi tersebut dimulai dari program Polresta dalam pelaksanaan protokol kesehatan di Banyumas, pengamanan pelaksanaan pemilihan umum, serta tentangan besar yang dihadapi Negara Indonesia saat ini.

“Tantangan-tantangan tersebut berupa konflik horizontal yang acap kali terjadi belakangan in. Hal ini ditandai dengan banyaknya isu sosial yang menyangkut suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA) terutama gerakan-gerakan ekstrimisme dan anti kebhinnekaan,” jelas Firman.

Firman menyebut bahwasannya setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan bersama agar kebhinnekaan di Indonesia tetap terjaga. Pertama, pentingnya menjalin komunikasi antar golongan masyarakat secara intensif. Menurutnya, komunikasi yang baik adalah kunci untuk menciptakan kedamaian. Kedua, perlu adanya sinergi dari setiap elemen masyarakat dalam menjaga kebhinnekaan. Beliau menyebut bahwa kerukunan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Ketiga, pentingnya toleransi dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Toleransi berguna untuk menghilangkan sekat-sekat sosial di tengah masyarakat.

Menanggapi isu ekstrimisme dan radikalisme, Firman menjelaskan bahwa sudah ada berbagai upaya dari pihak kepolisian dalam menanggulangi terorisme yang terjadi. Di tingkat pusat, sudah ada program deradikalisasi yang bekerjasama dengan Kementrian Agama RI. Sedangkan untuk di daerah, sedang diupayakan progra-program persuasi tentang bahaya ekstrimisme dan terorisme.

Sebagai penutup perbincangan, Fiman berpesan bahwa kita, sebagai Bangsa Indonesia, harus saling asah, asih, dan asuh dalam menjaga kerukunan antar masyarakat terutama di Banyumas. (mrz_sks)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!