Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

RPP KPU KOTA YOGYAKARTA DAN KABUPATEN SLEMAN YANG MENGINSPIRASI

Sleman – Ruangan RPP (Rumah Pintar Pemilu) berukuran sekitar 8 x 13 meter milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Provinsi DIY, seolah menipu, mengingat beberapa tahun silam RPP ini pernah diganjar sebagai RPP terbaik se-Indonesia. Hal ini diakui sendiri oleh Indah Sri Wulandari, komisioner KPU Sleman, kepada rombongan KPU Banyumas di Kantor KPU Sleman, Selasa (17/12/2019) siang.

“Melihat fisik RPP kami mungkin tidak mewah, kalah jauh dengan KPU Provinsi Bali, misalnya. Menurut penilaian KPU RI, RPP kami jadi yang terbaik karena kami dinilai inovatif dalam pelaksanaan pendidikan pemilih”, ujar anggota KPU Sleman yang sebelumnya menjadi Ketua divisi Sosdiklih ini.

RPP Harus Out of the Box a la KPU Sleman

Lebih lanjut, Indah mengungkapkan bila RPP KPU Sleman merupakan salah satu dari proyek rintisan KPU RI. Untuk itu, dirinya beruntung dapat ngaji langsung kepada AEC (Australian Electoral Commission) tentang RPP bersama KPU RI, sembilan KPU Provinsi dan 18 KPU Kabupaten/Kota yang menjadi proyek rintisan RPP. “Kalau di Australia, RPP di sana sangat bagus karena sekolah-sekolah di Australia rutin berkunjung ke RPP-KPU Australia. Biayanya ditanggung oleh pemerintah di sana”, ujar Indah membagikan pengalaman RPP di Australia.

Berangkat dari pengalaman belajar langsung kepada AEC dan keterbatasan di KPU Sleman, maka RPP KPU Sleman harus banyak menjaring kolaborasi dengan banyak pihak untuk mendukung aktifitas RPP. “(Dalam mengelola RPP) kita harus keluar dari zona nyaman, harus out of the box. Kita harus menjalin kerjasama dengan banyak pihak untuk mendukung kreatifitas”, ujar Indah.

Indah menambahkan bila keunggulan RPP KPU Sleman memang banyaknya aktifitas inovasi. Salah satu yang menarik adalah bekerjasama dengan UPN menginisiasi sekaligus mendampingi pembentukan Desa Melek Politik di Desa Sendangsari, Kecamatan Minggir.

“Untuk awal mula tercetus Desa Melek Politik karena hasil riset KPU dan Polgov UGM menemukan bahwa tingkat partisipasi di Sleman tinggi tetapi tingket melek politik rendah. Maka, kami bekerjasama dengan UPN untuk membentuk Desa Melek Politik”, ujar ketua divisi perencanaan dan data ini.

Selain Desa Melek Politik, masih banyak inovasi pendidikan pemilih di Kabupaten Sleman, seperti Sekolah Pemilu dan Demokrasi kerjasama dengan Yayasan SATUNAMA, Cerdas Cermat Pemilu Inklusif untuk Perempuan menggandeng HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) dan Jambore pemilih pemula dan kelompok keagamaan.

RPP di Tempat Wisata

Sebelumnya, rombongan KPU Banyumas juga berkesempatan untuk menimba pengalaman dari RPP KPU Kota Yogyakarta. Inovasi RPP KPU Kota Yogyakarta adalah menaruh RPP di tempat wisata, yakni di Taman Edukasi Taman Pintar Kota Yogyakarta.

Menurut Hidayat Widodo, awalnya memang RPP KPU Kota Yogyakarta sengaja ditempatkan di Taman Pintar agar banyak masyarakat, terutama pelajar yang bisa berkunjung ke sana. Akan tetapi, menurut Ketua KPU Kota Yogyakarta ini, sejak tahun lalu RPP juga diadakan di kantor di Jalan Magelang.

“Mungkin karena KPU tertarik RPP di tempat wisata, jadinya sekarang istilahnya RPP di Taman Pintar diambil alih oleh KPU RI”, kata dia.

Saat ini, KPU Kota Yogyakarta tengah menyiapkan proses digitalisasi data Pemilu sesuai arahan dari KPU RI. “Sudah dua mingguan ini kami foto semua formulir DAA1 Plano dengan melibatkan eks PPK”, kata Frenky Argitawan Mahendra, komisioner yang membawahi divisi Sosdiklih. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!