Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

RUMAH PINTAR PEMILU KPU BANYUMAS MENUJU DIGITALISASI

Rumah Pintar Pemilu (RPP) adalah sebuah konsep Pendidikan pemilih yang dilakukan melalui pemanfaatan ruang dari suatu bangunan atau bangunan khusus untuk melakukan seluruh program-aktifitas project edukasi masyarakat.

Berbagai hal tentang pemilu dan demokrasi disampaikan melalui penayangan audio visual, ruang pamer, ruang simulasi dan ruang diskusi. Materi edukasi yang disajikan dalam rumah pintar pemilu berupa sejarah, proses kepemiluan, dan simulasi proses pemilihan.

RPP diharapkan dapat menjawab kebutuhan pemilih dan masyarakat umum akan hadirnya sebuah sarana edukasi nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan dalam rangka membentuk generasi bangsa sekaligus pemilih yang cerdas dan dapat menjadi pemimpin yang berkualitas.

Rumah demokrasi juga diproyeksikan menjadi wadah bagi komunitas pegiat pemilu dalam

melahirkan gagasan pembaruan dan perbaikan proses politik dan demokrasi. Pada fungsi yang lebih luas, konsep RPP dapat difungsikan menjadi semacam museum pemillu.

Sejarah pembentukan RPP di Banyumas

Dilatar-belakangi tidak tercapainya target tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2015 yang rata-rata hanya 69,09 persen, RPP diinisiasi sejak tahun 2015.

RPP diproyeksikan ada di seluruh KPU baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Ada 9 Provinsi dan 18 Kabupaten/Kota yang menjadi pilot project pada tahun tersebut, 10 KPU Provinsi di Tahun 2016 dan pada tahun 2017, daerah sasaran Pilot Project semakin banyak, yakni 273 Kabupaten/Kota dan 15 Provinsi, hingga pada akhirnya program Rumah Pintar Pemilu eksis dan terlaksana di seluruh KPU propinsi dan kabupaten/Kota di Indonesia.

Di KPU Banyumas, keputusan pembentukan RPP tertuang dalam Berita Acara Rapat Pleno KPU Banyumas nomor 154/BA/KPU-Kab.012.329373/VIII/2016 tanggal 1 Agustus 2016 tentang Rumah Pintar Pemilu.

Satu bulan lebih kemudian Rabu, 21 September 2016, Ketua KPU Banyumas meresmikan Rumah Pintar Pemilu KPU Kabupaten Banyumas dan dihadiri oleh seluruh Komisioner dan Sekretariat KPU Banyumas, Pimpinan Partai Politik, Perwakilan dari Pemerintah Daerah dan Media Massa di Kabupaten Banyumas. KPU Banyumas juga membentuk Tim Pengelola dan Pemandu Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Lingkungan KPU Banyumas berdasarkan SK KPU Kabupaten Banyumas Nomor 02/KptsKPU-Kab-012.329373/2017 tanggal 20 Januari 2017.

Inovasi Aktivitas RPP

Inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan RPP sangat diperlukan. Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan dalam RPP antara lain kursus kepemiluan, riset kepemiluan, diskusi kepemiluan, invitasi dan visitasi publik, lomba / games kepemiluan, galeri kepemiluan dan aktivitas massal terkait Pendidikan pemilih.

 

Beberapa contoh inovasi antara lain Desa Melek Politik (Sleman), Debat Mahasiswa (Kota Bogor), Stand-Up Comedy Pemilu (Kalbar, Bali), Khotbah Demokrasi (Kota Kotamobagu), Jambore Demokrasi (Lampung).

KPU Banyumas sendiri melakukan inovasi dalam bentuk permainan / games kepemiluan yakni Scrabble Pemilu, sebuah permainan menyusun kata dengan mengumpulkan poin berdasarkan nilai kata yang dibentuk dari keping huruf di atas papan berkotak-kotak. Permainan ini dimainkan dua hingga empat orang. Kata yang disusun bertemakan kepemiluan atau demokrasi. Edugame lainnya adalah Ular Tangga Demokrasi dan Puzzle Berdaulat.

Kreativitas yang dilakukan dalam pengelolaan RPP tidak sebatas bentuk kegiatan tapi juga terkait anggaran. Acapkali kegiatan RPP dilaksanakan tanpa berbasis anggaran.

Di tahun 2019 kreatifitas yang dilakukan adalah pembuatan dan penyebaran brosur RPP ke pasar, sekolah dan GOR, penyediaan souvenir RPP serta mengenalkan siapa-siapa saja para wakil rakyat yang terpilih hasil Pemilu 2019 secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan KPU Visit.

Dasar hukum Program Rumah Pintar pemilu adalah mengacu kepada UU Nomor 11 tahun 2015 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum dan secara khusus juga merujuk pada Peraturan KPU No. 5 tahun 2015 tentang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat  dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur , Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

“KPU Banyumas memandang perlu adanya sosialisasi hasil Pemilu 2019 dengan mengenalkan anggota DPRD Kabupaten Banyumas hasil Pemilu 2019 kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat jadi mengetahui siapa wakil di daerah pemilihannya dan terjalin komunikasi yang membangun,” kata Ketua KPU Banyumas, Imam Arif Setiadi, Jumat (11/10/2019).

Kunjungan RPP

Bekerjasama dengan sekolah dan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Banyumas, RPP KPU Banyumas pernah menerima kunjungan mahasiswa FISIP UNSOED Purwokerto, SMK Muhammadiyah I Purwokerto dan MAN 1 Banyumas.

Tim RPP KPU Banyumas juga melakukan visitasi ke sekolah dan perguruan tinggi, antara lain menjadi guru Pemilu di SDN Purwokerto Lor, pembekalan kepada Pengurus OSIS SMPN 1 Kembaran, pemilihan Ketua OSIS di SMK Swagaya Purwokerto dan pemilihan Presiden Dewan Mahasiswa (DEMA) IAIN Purwokerto.

Pasca pemilu 2019, RPP KPU Banyumas melaksanakan fasilitasi visitasi ke enam dapil di Banyumas dengan variasi basis pemilih, antara lain pemilih pemula, pemilih perempuan, komunitas, marginal dan keagamaan.

Adapun kunjungan yang telah dilaksanakan yakni ke SMK Mpu Tantular Kemranjen, SMK Plus Tunas Bangsa Kebasen, Kelompok Pemuda Tani Mlethek Srengenge di Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang, Kelompok Perempuan Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng dan Kelompok Perempuan Jamaah Sholawat Al Karomah Desa Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja.

Selanjutnya direncanakan kunjungan ke Komunitas Pedagang Paseduluran Jalan Kampus (PERJAKA) Kel. Grendeng Kec. Purwokerto Utara, Komunitas Penambang Pasir Kali Serayu Desa Srowot Kec. Kalibagor, Kelompok Penerima manfaat PKH Desa Kracak Kec. Ajibarang

Komunitas Pedagang Taman Kota Ajibarang dan Paguyuban Seruni (Kelompok Pekerja migran Indonesia) Desa Datar Kec. Sumbang.

Secara kuantitas, jangkauan RPP KPU Banyumas masih jauh dari ideal, demikian pula dalam takaran kualitas, kondisi serta fasilitas baik ruang maupun tampilan materi masih memerlukan peningkatan kedepannya.

E-RPP dan Digitalisasi

Keterbatasan ruang RPP serta pesatnya perkembangan dunia digital melahirkan terobosan berupa Rumah Pintar Pemilu Elektronik (E-RPP) atau RPP Digital. Konsep ini disampaikan langsung oleh Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM Wahyu Setiawan dalam presentasi stadium general Konsolidasi Nasional KPU se Indonesia di Jakarta, Minggu (22/09/2019).

Berbasis digitalisasi, RPP Digital dirancang untuk mempermudah akses penyampaian informasi kepemiluan kepada masyarakat, pemilih dan peserta pemilu juga para pihak yang lain. Konsep RPP digital diantaranya menampilkan semua materi baik data pemilu, sejarah pemilu, pendidikan pemilih, tata cara pemilihan dan materi lainnya di RPP dalam bentuk digital. Pengunjung dapat mengakses data melalui komputer yang telah disediakan.

Ada 10 KPU Provinsi yang menjadi pilot project E-RPP di tahun 2019 ini yakni KPU Provinsi Bali, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Arahan pelaksanaan digitalisasi data ini menjadi proyeksi kedepan bagi KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota termasuk KPU Banyumas dalam meningkatkan manfaat dan fasilitas RPP demi tujuan akhir yakni peningkatan partisipasi dan literasi kepemiluan. (sks)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!