Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

Seriusi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, KPU Banyumas Adakan Rakor dengan DINDUKCAPIL dan BAWASLU

Rapat Koordinasi PDPB yang dihadiri oleh Dindukcapil dan Bawaslu Kabupaten Banyumas di aula KPU Kabupaten Banyumas, Kamis (25/06/2020)

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sangat penting untuk mengurangi potensi permasalahan saat penyusunan daftar pemilih baik pada Pemilu maupun Pemilihan. Untuk itu, koordinasi, sinkronisasi dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan sangat penting untuk dilakukan.

Atas dasar itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas, Kamis (25/06/2020), melaksanakan Rapat Koordinasi PDPB yang dihadiri oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas di aula.

Pada sambutan pengantarnya, Suharso Agung Basuki menuturkan bahwa KPU Kabupaten/Kota baik yang sedang maupun tidak melaksanakan Pemilihan Serentak tahun 2020 diminta untuk melaksanakan kegiatan PDPB.

KPU RI menginstruksikan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019 untuk tetap dipelihara dengan cara dimutakhirkan agar nantinya saat Pemilu atau Pemilihan minim permasalahan. Hanya saja, kata anggota KPU Kabupaten Banyumas yang membidangi divisi Hukum dan Pengawasan ini, KPU tidak mungkin berjalan sendiri, karena sistem pencatatan kependudukan menjadi kewenangan Dinas Pencatatan Sipil. “Ibarat kunci dan gembok, KPU hanya memiliki gemboknya saja. Yang memiliki kunci adalah Dindukcapil. Jadi, mohon maaf nanti jika ke depan kami akan sering ngrepoti (merepotkan) Dindukcapil“, kata Agung.

Sementara itu, anggota KPU Banyumas yang membawahi divisi perencanaan dan data, Khasis Munandar, mengatakan ke depan kemungkinan tidak akan lagi tahapan pemutakhiran data pemilih secara door to door. Sebab, jika pemutakhiran berkelanjutan ini dilakukan secara baik, maka setiap ada Pemilu atau Pemilihan KPU Kabupaten/Kota cukup menetapkan data pemilih yang sudah dimutakhirkan secara rutin. “Konsekuensinya ke depan mungkin ada perubahan regulasi dan budaya. Secara regulasi KPU berencana untuk memperbaiki aturan pemutakhiran data pemilih. Sedangkan secara budaya harus ada perubahan kebiasaan masyarakat untuk melaporkan dirinya jika ada perubahan data kependudukan,” ujar Khasis.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Azhar Nazarudin mengakui bahwa kesuksesan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan adalah adanya kerjasama yang baik antar berbagai pihak. Dia mengatakan baik atau tidaknya pencatatan kependudukan adalah adanya partisipasi masyarakat untuk pro aktif melaporkan jika ada perubahan data. “Di lapangan banyak ditemui kendala. Misalnya, ada yang sudah mengurus pindah tapi ternyata yang bersangkutan tidak jadi pindah. Atau sudah secara fisik pindah dan mendapatkan surat pengantar (dari daerah asal) tapi di daerah yang dituju tidak dilaporkan”, katanya, mencontohkan kendala-kendala yang dihadapi selama ini.

Yon Daryono dari Bawaslu Kabupaten Banyumas mengapresiasi langkah KPU Banyumas yang sudah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. “Saya mengapresiasi langkah KPU Banyumas. Kami baru bermaksud bersurat untuk menanyakan soal ini (data pemilih berkelanjutan) tapi kami sudah diundang duluan”, kata anggota Bawaslu Kabupaten Banyumas ini. (SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!