Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

Sinergi Jadi Kunci Sukses PDPB

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Sinergitas semua pihak menjadi kunci suksesnya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Jika semua pihak bersedia mengesampingkan ego sektoralnya masing-masing, tujuan penyusunan daftar pemilih yang valid dan bersih akan tercapai. Meski banyak kendala yang dihadapi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas berusaha sekuat tenaga agar PDPB tetap berjalan.

“Saat ini memang masih banyak kendala, terutama terkait regulasi yang belum sinkron antara KPU dan Dirjen Adminduk. Meski begitu, kami tetap melangkah dengan segala kekurangan yang ada”, ujar Khasis Munandar saat Rapat Koordinasi (Rakor) PDPB bersama perwakilan partai politik dan Bawaslu, Selasa, (08-09-2020), di aula KPU Kabupaten Banyumas.

Khasis berharap partai politik dapat berperan lebih aktif lagi dalam menyampaikan perubahan data kependudukan, baik pemilih baru 17 tahun, meninggal, pindah domisili atau perubahan status TNI/Polri. Sebab, menurut anggota yang membidangi divisi Perencanaan dan Data ini, KPU Kabupaten Banyumas tidak mungkin berjalan sendiri tanpa adanya laporan peran aktif dari stakeholder Pemilu. Khasis menjelaskan jika pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan banyak pihak agar semakin banyak input terhadap pemutakhiran data berkelanjutan.

Respon Parpol
Dalam Rakor yang dilanjutkan dengan pleno penetapan rekapitulasi PDPB Agustus ini, perwakilan partai politik menyampaikan apresiasi terhadap KPU Kabupaten Banyumas yang tetap produktif meski di tengah situasi pandemi COVID-19 dan terbatasnya dukungan anggaran yang terbatas.

Perwakilan Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Banyumas, Tajuddin Julianto, mempertanyakan data yang menjadi dasar KPU dalam PDPB. Dia juga pesimis jika tidak ada koordinasi yang baik dengan Dindukcapil, kualitas daftar pemilih juga tidak banyak berubah pada Pemilu mendatang.

Senada dengan Tajuddin, Danan Setianto perwakilan dari DPC PKB Kabupaten Banyumas berharap KPU harus menyelesaikan masalah utama yang soal koordinasi dengan para pihak. Jika soal utamanya adalah karena para pihak hanya berpegang pada aturannya masing-masing, dia khawatir Pemilu ke depan akan banyak masalah dalam penyusunan daftar pemilih.

Sementara Sigit Yulianto perwakilan dari DPD PKS Kabupaten Banyumas, berharap jika tahapan uji publik daftar pemilih tetap ada. Sebab, manakala KPU secara serta merta langsung menetapkan hasil PDPB menjadi DPT tanpa partisipasi masyarakat bukan mustahil masalah daftar pemilih tetap akan muncul dalam setiap Pemilu.

Ari Suprapto, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas, pihaknya berharap jika ada kejelasan dan sinkronisasi regulasi antara KPU, Bawaslu dan instansi yang membidangi kependudukan. Dia menjelaskan pengalaman Pemilu 2019 lalu kerap terjadi kesalahpahaman antara KPU dan Bawaslu yang tidak perlu diakibatkan regulasi yang sumir.

Merespon tanggapan partai politik, Imam Arif S. menjelaskan bahwa saat ini posisi KPU Kabupaten/Kota memang berbeda-beda. Ada perlakukan khusus untuk mereka yang sedang menyelenggarakan Pilkada. Maka, menurut Ketua KPU Kabupaten Banyumas ini, saat ini KPU RI memprioritaskan pengelolaan data pemilih bagi yang sedang Pilkada, terutama dalam pengelolaan Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih).

4.509 Pemilih Dicoret
Sementara terkait tahapan pendaftaran pemilih pada Pemilu/Pemilihan yang akan datang, sepenuhnya menjadi keputusan politik pembuat UU yang sedang membahasa RUU Pemilu. “Posisi kami hanya pelaksana. Tapi menurut Saya, jika tahapan Coklit dihilangkan tahapan tanggapan masyarakat terhadap daftar pemilih tetap akan ada sebelum DPT ditetapkan,” ucap Imam merespon pertanyaan peserta rapat.

Sebelum menutup kegiatan, Imam membacakan Berita Acara Rekapitulasi PDPB bulan Agustus 2020. Hasilnya, dari jumlah pemilih Daftar Pemilih Tetap Hasil Pemutakhiran Ketiga (DPTHP-3) Pemilu 2019 sebanyak 1.350.981, terdapat potensi pemilih baru sebanyak 3.650. Sementara potensi pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 4.509 orang. Jadi, rekapitulasi pemilih berkelanjutan sampai dengan Agustus 2020 ditetapkan sebanyak 1.350.122 orang, terdiri dari 673.873 laki-laki dan 676.286 perempuan. (fikar_SPA)

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
Click to listen highlighted text!