Selama datang di KPU Banyumas   Click to listen highlighted text! Selama datang di KPU Banyumas
Situs Resmi KPU Banyumas

SURAT SUARA PILKADA 2018 MASUKI PROSES PELIPATAN

Purwokerto – Pelipatan surat suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dimulai pada pagi hari ini, Kamis (17/5). Pelipatan dilakukan di gudang logistic Pilkada Tahun 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas yang beralamat di Jalan Sidodadi Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas. Pelipatan secara resmi dimulai dengan dibukanya satu box surat suara oleh anggota KPU Kabupaten Banyumas, Suharso Agung Basuki.

“Ada 669 box surat suara per satu jenis pemilihan,” ungkap Agung.

Ia menambahkan, setiap box berisi 2000 surat suara yang terbagi ke dalam 20 plastik. Setiap plastik berisi 100 lembar surat suara.

Pada hari pertama pelipatan surat suara ini, Agung juga menyampaikan arahan dan tata tertib pelipatan.

“Buka, lihat dan lipat,” seru Agung kepada petugas pelipatan yang berjumlah 70 orang.

Menurutnya, petugas pelipatan tidak hanya bertugas melipat saja. Mereka juga bertugas untuk menyortir jika ada surat suara yang rusak. Kriteria surat suara rusak, lanjutnya, adalah jika terdapat kesalahan potong, keliru warna, gambarnya buram dan kerusakan pada kertas surat suara.

“Jika ada yang mendapati surat suara yang rusak, serahkan saja ke panitia,” jelas Agung.

Secara detail, kegiatan pelipatan ini adalah dimulai dengan membuka plastik surat suara, melihat dan menyortir kemudian melipatnya sesuai dengan ketentuan. Pelipatan surat suara juga harus dilakukan satu persatu. Setelah terlipat, setiap 25 lembar surat suara diikat menggunakan karet.

Selanjutnya, Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas, Hirawan juga menambahkan agar petugas pelipatan bekerja dengan tekun dan teliti. Ia menghimbau agar petugas selalu memakai ID-Card saat bertugas dan tidak membawa barang yang tidak menunjang kegiatan pelipatan.

“Dilarang membawa HP. Jika ada yang memakai cincin juga sebaiknya dilepas,” terangnya.

Menurutnya, cincin dapat menjadi sebab kerusakan pada surat suara. Ia menambahkan, petugas dilarang membawa tas, memotret situasi pelipatan, dan membawa pulang surat suara baik yang rusak maupun yang benar.

“Ada pengawas dan CCTV yang akan selalu memantau di sini,” tandasnya. [rfk]

Ubah Ukuran Font
Ubah Kontras
%d blogger menyukai ini:
Click to listen highlighted text!