KPU Banyumas Bahas Kepahlawanan Bersama BEM UMP dan BEM Unwiku Purwokerto

PURWOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali mengundang aktivis mahasiswa dari 2 (dua) Universitas dalam Panggung Anak Muda Ngobrol Demokrasi KPU Banyumas (NgodeMas) di Channel YouTube KPU Banyumas, Jum’at (12/11/2021).

Ketua KPU Banyumas Imam Arif S dalam program Panggung Anak Muda mengajak Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Wijayakusuma (BEM Unwiku) Purwokerto dan Wakil Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk membahas mengenai kepahlawanan dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November 2021. Program tersebut merupakan program KPU untuk menghadirkan anak muda yang inspiratif dari berbagai macam latar belakang pendidikan, aktivitas, dan profesi.

Sebelum masuk dalam pembahasan, para narasumber menceritakan aktivitas organisasinya yang dalam masa pandemi ini menjadi terbatas dari segi waktu dan pelaksanaannya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat sehingga program kerja (proker) tetap terlaksana dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam pembahasan mengenai kepahlawanan, Batis Reka Guliwan (Presiden BEM Unwiku Purwokerto) dan Salma Fathina Hanin (Wakil Presiden BEM UMP), sepakat bahwa pahlawan ialah seseorang yang berani dan rela berkorban untuk orang lain tanpa pamrih. Dan siapapun punya potensi menjadi pahlawan dengan bidangnya masing-masing, di sektor masing-masing.

“Pahlawan adalah seseorang yang memiliki keberanian. kemudian pengorbanan yang sangat besar tetapi bukan untuk diri sendiri, tapi juga untuk banyak orang tanpa mengharap imbalan,” ujar Salma.

Sedangkan Batis menambahkan bahwa: “Pahlawan adalah orang yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Tentunya dengan spiritnya, dengan semangatnya, dengan keberaniannya, segala sisinya itu selalu didermakan, dihibahkan untuk kepentingan orang banyak dan tentunya tidak mengharapkan imbalan atau pamrih.

Melihat kondisi pemerintahan saat ini, Batis dan Salma sepakat bahwa indonesia masih minim figur pemimpin yang benar-benar mengabdi untuk rakyat dan bisa membawa kemajuan serta kesejahteraan rakyat tanpa kemudian mengharapkan kepentingan pribadi. Namun, disamping itu Salma mengatakan ada yang lebih penting dari politik yaitu kemanusiaan.

Salma juga menyampaikan bahwa mahasiswa mempunyai peran sebagai iron stock, agent of change, dan agent of social control yang kemudian kembali diperjelas oleh Batis terkait tanggung jawab mahasiswa sebagai generasi penerus. Pertama, iron stock yakni dimana mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang punya nilai kemanusiaan, kebermanfaatan, dan kepahlawanan. Kedua, agent of change atau generasi yang membawa perubahan artinya kelak ketika menjadi penerus dan sudah mengetahui masalah yang ada, maka jangan mengulangi kesalahan yang sama. Kemudian yang ketiga, agent of social control yakni menjadi kontrol sosial terutama terkait dengan pemerintah ketika pemerintah tidak berjalan di jalurnya. Maka dari itu, mahasiswa selain mengkritisi juga mempersiapkan generasi penerus dengan catatan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Di akhir acara, Batis menyampaikan bahwa generasi muda mempunyai tugas menjadi penerus kepemimpinan. Meskipun saat ini indonesia memiliki banyak masalah, tetapi sebagai generasi penerus harus tetap optimis bahwa indonesia akan bisa maju dengan modal kapasitas, kapabilitas, idealisme, serta profesionalisme. Mengenai hal tersebut, Salma juga menegaskan bahwa generasi penerus harus tetap berada pada kebaikan dan kebenaran karena hal tersebut tidak hanya terkait kompetisi di dunia saja, melainkan juga akan berada pada kompetisi di akhirat. (tni_ed sks)

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 116 Kali.