KPU Banyumas Perkuat Literasi Politik Pelajar Dan Mahasiswa Melalui Sarasehan Demokrasi

 

PURWOKERTO, kab-banyumas.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menjadi narasumber dalam kegiatan Sarasehan Demokrasi dan Pendidikan Politik bagi Masyarakat, yang  diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas (Rabu, 19/11/2025) di Aula Hetero Space, Purwokerto. 

Kegiatan ini diikuti ketua BEM perguruan tinggi serta ketua OSIS SMA/SMK se-Banyumas sebagai upaya memperkuat literasi politik generasi muda dan mendorong partisipasi publik yang sehat serta berintegritas. 

Acara dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Banyumas, Eko Heru Surono  yang menekankan pentingnya pendidikan politik sebagai bekal menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks. Ia mengajak peserta memandang demokrasi tidak hanya sebagai proses memilih, tetapi juga tanggung jawab bersama menjaga ruang publik yang inklusif, terbuka, dan bebas disinformasi.

Sesi materi pertama disampaikan oleh Anggota KPU Banyumas sekaligus Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Sidiq Fathoni. Ia memaparkan tahapan serta mekanisme teknis pemilu, sekaligus menekankan pentingnya pemahaman generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hoaks atau misinformasi. Menurutnya, pemilih muda yang teredukasi dapat menjadi penjaga transparansi dan kualitas demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Materi kedua dibawakan oleh Sekretaris KPU Banyumas, Subhan Purno Aji, dengan tema Demokrasi yang Sehat dan Partisipatif. Ia menjelaskan konsep demokrasi sebagai kontrol masyarakat atas urusan publik yang berlandaskan kesetaraan politik. Subhan juga memaparkan kondisi demokrasi Indonesia berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit 2024 yang menempatkan Indonesia sebagai flawed democracy, dipengaruhi melemahnya kebebasan sipil, meningkatnya intoleransi, maraknya hoaks, hingga apatisme publik.

Subhan memberi penekanan khusus pada peran strategis pemuda sebagai kelompok pemilih terbesar dan penentu arah demokrasi. Pemuda diharapkan menjadi pemilih kritis, menolak politik uang, tidak mudah terprovokasi politik identitas, serta aktif menciptakan ruang diskusi sehat di sekolah dan kampus.

 

Kegiatan yang dipandu moderator, Kasubag Parhubmas dan SDM, Trisliyati, berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab terkait isu kepemiluan, literasi politik digital, dan tantangan demokrasi lokal. Peserta terlihat antusias menggali peran organisasi pelajar dan mahasiswa dalam mendorong demokrasi yang lebih inklusif dan responsif.

Melalui kolaborasi ini, KPU Banyumas dan Bakesbangpol berharap pengetahuan yang diterima peserta dapat diterapkan di lingkungan masing-masing, baik melalui kegiatan organisasi, diskusi publik, maupun penyebaran informasi politik yang akurat. Sarasehan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesadaran politik generasi muda serta membangun demokrasi lokal yang partisipatif, kritis, dan berintegritas. (nrd_ed sks)

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 333 Kali.