Focus Group Discussion Kurikulum Kelas Pemilu KPU Kabupaten Banyumas bersama Akademisi
PURWOKERTO, kab-banyumas.kpu.go.id — Program Kelas Pemilu yang telah dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas sejak 2017 mulai digarap dengan serius. Kali ini KPU Kabupaten Banyumas bersama akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Banyumas duduk bersama membahas kurikulum kelas Pemilu yang akan digunakan sebagai acuan pendidikan Pemilih terutama mahasiswa magang sebagai Pemilih muda. Dalam kegiatan yang diadakan Senin (22/12/2025) ini, hadir perwakilan dari 4 kampus ternama yaitu Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto (Unwiku), Univeritas Amikom Purwokerto (Amikom), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Kegiatan dimulai dengan penyampaian tujuan kegiatan oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Rofingatun Khasanah, dilanjutkan dengan pembahasan kurikulum oleh Sidiq Fathoni dengan moderator Yasum Surya Mentari, masing-masing Anggota KPU Kabupaten Banyumas. Kegiatan dilanjutkan dengan menerima masukan dari akademisi yang hadir.
Hermawan Prasojo, S.H, M.H. selaku perwakilan Fakultas Hukum (FH) Unsoed menyampaikan apresiasi atas program kelas Pemilu. Poin yang perlu ditingkatkan dari kurikulum yang ada menurut Hermawan adalah capaian mahasiswa untuk memiliki _High Order Thinking Skills_ (HOTS) misalnya dengan metode pembelajaran _case-based learning_ (CBL) dan _problem-based learning_ (PBL). Selain itu, materi hukum kepemiluan dan demokrasi berbasis Pancasila perlu diperkuat kembali dalam kurikulum. Senada dengan rekannya, Bimo Fajar Hantoro, S.H., LL.M., dari FH Unsoed menegaskan penguatan materi hukum kepemiluan dan metode ajar CBL. Bimo mengatakan materi yang diperoleh mahasiswa di kampus sudah cukup teoretis, sehingga kegiatan magang diharapkan menjadi ajang mahasiswa untuk belajar kasus-kasus langsung dari penyelenggara Pemilu.
Perwakilan dari Amikom, Rahman Rosyidi, M.Kom, menyampaikan pentingnya penyusunan kurikulum _outcome-based education_ (OBE). Namun Rahman mengingatkan bahwa program magang sedianya adalah belajar praktek kerja. Mahasiswa magang seharusnya didorong untuk menyelesaikan permasalahan praktis. Di bidang teknologi informasi misalnya mahasiswa magang dapat didayagunakan untuk membuat suatu sistem informasi guna menyelesaikan masalah _big data_ di KPU seperti data pemilih atau data penghitungan suara. Namun hal ini tentu tidak mudah mengingat kewenangan KPU secara hierarkis, sehingga KPU Kabupaten Banyumas perlu melokalisir masalah yang ada misalnya masalah data pemilih pilkada Banyumas.
Lebih lanjut, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, menambahkan keberadaan kelas pemilu memudahkan kampus dalam melakukan konversi nilai. Menurutnya, kurikulum kelas pemilu KPU Kabupaten Banyumas telah cukup lengkap materi ajarnya, namun masih memiliki beberapa kekurangan. Kurikulum kelas pemilu masih terlalu perspektif negara dan cenderung hanya membahas bagaimana mengelola Pemilu, bukan menitikberatkan bagaimana kedaulatan rakyat diwujudkan. Metode pembelajaran juga masih cukup konversional/tradisional. Hal ini menurutnya berisiko menjadi doktrinal alih-alih demokratis. Capaian pendidikan kelas Pemilu juga perlu diarahkan untuk meningkatkan tidak hanya kemampuan kognitif, namun juga kemampuan afektif dan psikomotorik.
Devit Bagus Indranika, S. Sos., M.Si. perwakilan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unwiku, menyampaikan taksonomi bloom dalam penyusunan kurikulum untuk menentukan arah pendidikan yang ingin dicapai. Selain itu, menurut Devit, dalam penyusunan kurikulum juga perlu melibatkan peserta kelas Pemilu untuk memberikan _feedback_.
Sebagai penutup, Rofingatun menyampaikan bahwa diskusi yang telah dilakukan hari ini tentu saja tidak cukup. KPU Kabupaten Banyumas berharap diskusi terkait hal ini masih dapat dilanjutkan dalam waktu mendatang, terutama guna meminta masukan terhadap bahan ajar dan referensi terbaru terkait pokok bahasan yang akan diajarkan.
Untuk menindaklanjuti pembahasan kurikulum kelas Pemilu KPU Kabupaten Banyumas, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan yang nantinya masing-masing akademisi menyampaikan hasil mereviu dan menyampaikan bahan ajar dan referensi untuk penyempurnaan kurikulum kelas Pemilu. (drt/sf)