Data Pemilu di Era Digital: KPU Banyumas Ingatkan Pentingnya Keamanan Siber
PURWOKERTO, kab-banyumas.kpu.go.id – Di era serba digital, penyelenggaraan Pemilu tidak lagi hanya soal kotak suara dan bilik pencoblosan. Di baliknya, ada sistem informasi dan keamanan data yang terus dijaga agar proses Pemilu tetap berjalan akurat dan terpercaya. Hal itu menjadi pembahasan menarik dalam Kelas Pemilu KPU Kabupaten Banyumas bertema Sistem Informasi Pemilu yang digelar pada Rabu (13/05/2026). Materi disampaikan langsung oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Banyumas, Yasum Surya Mentari. Dalam suasana diskusi yang interaktif, Yasum mengajak mahasiswa memahami bagaimana teknologi memegang peran penting dalam setiap tahapan pemilu, mulai dari pendataan pemilih, pencalonan peserta pemilu, distribusi logistik, hingga publikasi hasil penghitungan suara. Namun menurutnya, perkembangan teknologi juga membawa tantangan besar, terutama soal keamanan siber. “Tidak ada sistem yang benar-benar aman kalau kita tidak terus mengikuti perkembangan teknologi dan dunia digital,” ujar Yasum. Ia menjelaskan, ancaman peretasan dan kebocoran data bisa terjadi di berbagai lembaga. Karena itu, sistem keamanan harus terus diperbarui dan dipantau secara berkala. “Lembaga yang sistem keamanannya bagus saja masih punya potensi celah untuk diretas,” tambahnya. Dalam pemaparannya, Yasum juga mengenalkan berbagai aplikasi yang digunakan KPU pada Pemilu dan Pilkada 2024, seperti SIDALIH, SIREKAP, SILON, SIPOL, SILOG, hingga SIAKBA. Berbagai aplikasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kerja penyelenggara pemilu agar lebih efektif dan transparan. Meski teknologi terus berkembang, Yasum menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama. “Teknologi secanggih apa pun tidak akan berjalan baik kalau orang yang mengelolanya tidak punya kompetensi dan integritas,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik menjadi modal penting dalam penyelenggaraan pemilu. “Kalau kepercayaan publik hilang, maka akan sulit membangun keyakinan masyarakat terhadap proses pemilu,” katanya. Melalui Kelas Pemilu ini, mahasiswa diajak memahami bahwa menjaga demokrasi di era digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang integritas, keamanan data, dan kepercayaan publik. (FA_ed sks)
Selengkapnya