Berita Terkini

429

Kelas Pemilu KPU Banyumas Gelar Webinar Pemilu 2024

Purwokerto – Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Banyumas kembali menggelar Webinar Kelas Pemilu secara daring maupun luring dengan tema “Sistem Pemilu Indonesia dan Tantangan Penyelenggaraan Pemilu 2024” pada Senin (12/04/2021). Kegiatan ini tidak hanya diikuti mahasiswa magang KPU Banyumas saja melainkan terbuka untuk umum melalui aplikasi Zoom maupun Live Streaming di YouTube KPU Banyumas.   Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Imam Arif S Ketua KPU Kabupaten Banyumas. Imam menyebutkan secara umum penyelenggaraan Pemilu 2024 tidaklah berbeda dengan Pemilu 2018. “KPU Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk mewujudkan Pemilu bermartabat, demokrasi yang sehat, dan politik biaya murah,” ujar Imam.   Webinar dimoderatori oleh Yasum Surya Mentari Anggota KPU Kabupaten Banyumas Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM. Menurutnya dalam setiap perkembangan zaman ada progres dari proses demokrasi dan harapannya terdapat sistem pemilu yang memberikan kemudahan demi mendukung proses demokratisasi tersebut.   Dalam Webinar Kelas Pemilu ini menghadirkan dua narasumber yaitu Ahmad Sabiq, S.IP, MA Akademisi FISIP Unsoed Purwokerto dan Muslim Aisha, S.H.I Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah.   Narasumber pertama Ahmad Sabiq menjelaskan mengenai sistem Pemilu. Menurutnya suatu pilihan harus dapat mengambil nilai mana yang terpenting dengan menerima kenyataan bahwa pilihan apapun yang diambil berbagai kekuatan politik baik secara relatif lebih menguntungkan maupun merugikan. “Sistem Pemilu pada Pemilu serentak 2024 bertujuan untuk menghadirkan coattail effect, efisiensi atau kemudahan pemilih dalam memberikan pilihannya,” jelas Ahmad.   Sementara itu, narasumber kedua Muslim AIsha menjelaskan mengenai tantangan yang mungkin dihadapi pada Pemilu 2024. “Tantangan pendaftaran peserta pemilu pada 2024 nantinya terletak pada hasrat tinggi untuk menjadi peserta yang akan berkaitan dengan teknis verifikasi baik administrasi maupun faktual. Sedangkan pada tahap pencalonan, konfigurasi pencalonan Pilpres berdampak pada pencalonan Pileg dan mungkin juga pada Pilkada nanti. Penentuan nomor urut calon di tiap partai dimana calon Pileg yang mendapat nomor urut sama dengan calon Pilpres mendapatkan keuntungan. Hal yang ditakutkan adalah terjadinya keterbelahan konfigurasi politik saat pencalonan Pilkada,” ujar Muslim dalam pemaparannya.   Diakhir acara, Ahmad dan Muslim sepakat bahwa sistem Pemilu bukanlah satu-satunya solusi, tetapi bagaimana upaya yang dilakukan dari evaluasi penyelenggaraan yang telah terjadi di pemilu sebelumnya tidak terulang di pemilu selanjutnya.


Selengkapnya
452

Menyongsong Pemilu Tahun 2024 Melalui Webinar Kelas Pemilu

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menggelar Webinar Kelas Pemilu  yang diselenggarakan melalui zoom, dengan tema “Sistem Pemilu Indonesia dan Tantangan Penyelenggara Pemilu 2024” Senin (12/04/2021). Webinar ini dinarasumberi oleh Ahmad Sabiq sebagai Akademisi FISIP Unsoed Purwokerto, Muslim Aisha sebagai Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah dan dipandu oleh Yasum Surya Mentari Anggota KPU Kabupaten Banyumas.   "Tahun 2024 akan diselenggarakan Pemilu secara serentak. Pada hari ini kita akan mendiskusikan bersama terkait penyelenggaraan pemilu serentak tersebut. Secara umum Pemilu 2024 tidaklah berbeda dengan 2018. Selamat mengikuti webinar. KPU Banyumas berkomitmen untuk mewujudkan Pemilu bermartabat, demokrasi sehat, dan politik biaya murah,” sambut Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif S mengawali webinar.   Dalam sesi pertama, Dosen Ilmu Politik yang akrab disapa Sabiq ini menjelaskan tentang sistem pemilu, unsur-unsur pemilu, dan tujuan sistem pemilu sendiri. “Sistem pemilu bertujuan untuk membantu terciptanya perwakilan yang efektif sehingga semua kelompok masyarakat mempunyai kemampuan mengakses posisi-posisi politik. Kita menggunakan sistem pemilihan daftar terbuka, dimana pemilih diberikan kesempatan untuk mengetahui nama calon mana yang akan dia pilih,” papar lulusan ISS the Hague, Belanda ini. Ia juga menjelaskan bahwa sistem pemilu tahun 2024 bertujuan untuk menghadirkan  coattail effect  , efisiensi atau kemudahan pemilih dalam memberikan pilihannya .   Di sesi kedua, narasumber Muslim Aisha mengatakan bahwa: “Pada tahun 2024 pemilu akan dilaksanakan terlebih dahulu, baru lanjut ke pilkada, bukan pilkada lanjut ke pemilu seperti pilkada 2018 dengan 2019.” Muslim mengatakan bahwa  hal yang ditakutkan adalah terjadinya keterbelahan konfigurasi politik saat pencalonan pilkada, kampanye pilpres yang lebih mengemuka dibanding kampanye pileg menjadi tantangan pada tahapan kampanye. Partai politik jadi lebih sering mengkampanyekan capres yang diusungnya dibanding mengkampanyekan calegnya. Ia juga menjelaskan berbagai tantangan pemilu tahun 2024 mendatang baik dari sisi pendaftaran, sosialisasi, logistik, serta pemungutan & penghitungan suara.   " Tantangan yang saat ini sedang direspon KPU berharap ada suatu kesepahaman. Semoga kedepannya terbuat peraturan yang progresif dan memberikan kemudahan bagi penyelenggara,”ungkap Muslim dalam  closing statement   nya. Sabiq juga mengungkapkan bahwa sistem pemilu bukan satu-satunya solusi, dia hanya evaluasi itu agar apa yang telah terjadi di pemilu sebelumnya tidak lagi terulang di pemilu selanjutnya. (mmr_sks)


Selengkapnya
545

Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua KPU Banyumas

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id – Seluruh pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas sudah melewati 2 tahap vaksinasi. Kegiatan vaksinasi tahap 2 di Rumah Sakit Dadi Keluarga (RSDK) Purwokerto pada Kamis (09/04/2021). Tahap dua dilakukan guna memenuhi khasiat dari vaksin tahap pertama agar imun tubuh kuat sepenuhnya menghadapi Virus Covid-19.   “Setelah menerima vaksin kami tidak mempunyai keluhan apapun. Vaksin aman dan halal ! Ayo seluruh masyarakat Banyumas dukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan ikut vaksinasi,” kata Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif S.   Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris KPU Banyumas Kasworo yang menjelaskan bahwa tidak ada penyakit atau keluhan yang dialami seluruh pegawai KPU Banyumas setelah menerima suntikan vaksin di tahap petama. Kasworo juga menyebutkan dengan masyarakat bisa lebih tenang melaksanakan kegiatan Bulan Ramadhan yang sudah dekat dengan berani untuk menerima suntikan vaksin namun tidak lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.   Sementara itu, dr.Andika Pratiwi selaku dokter umum di RSDK Purwokerto menjelaskan sedikit tentang kegunaan dari skinning sebelum melakukan suntikan. Andika menegaskan bahwa faktor penting jalannya vaksinasi adalah kelayakan tubuh. Karena ditahap skrining bisa meng identifikasi kesiapan, jika tubuh belum siap atau tidak layak vaksin bisa memberikan dampak buruk kepada tubuh namun jika tubuh siap untuk menerima suntikan maka efek vaksin akan bekerja dengan efektif.   “Sebelum penyuntikkan, kami memastikan agar kondisi tubuh penrima vaksin itu layak untuk menerima vaksin dengan memberi 15 pertanyaan penting seputar kesehatan tubuh, obat yang sedang digunakan, dan kondisi khusus yang dibutuhkan tubuh. Masyarakat yang belum vaksin jangan takut untuk Vaksin karena kami akan memastikan kondisi tubuh terlebih dahulu,” ucap dr. Andika.   Seluruh karyawan KPU Banyumas tertib melewati 4 proses yang sama dengan pada saat tahap 1 vaksinasi. 4 proses tersebut diantaranya pendaftaran, skrining, suntikan, dan pengamatan pasca imunisasi sekaligus pemberian kartu tanda vaksinasi.   Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui instagram @kpubanyumas. Tujuannya untuk mengajak masyarakat tidak takut vaksin dan menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan halal. Dengan purnanya kegiatan ini, KPU Banyumas telah ikut mendukung program pemerintahan melakukan vaksinasi Covid-19.


Selengkapnya
463

Melewati Setengah Periode, apa saja yang sudah dicapai Husein-Sadewo?

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id - Program Ngobrol Demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas atau yang biasa dikenal dengan NGODEMAS kembali digelar oleh KPU Banyumas, Kamis (8/4/2021). NGODEMAS edisi ke-11 serial Dialog Tokoh kali ini menghadirkan Wakil Bupati Kabupaten Banyumas Periode 2018-2021 Sadewo Tri Lastiono dan dipandu Ketua KPU Banyumas Imam Arif S.   Dialog tokoh kali ini mengangkat tema mengenai “Catatan Setengah Periode Pemerintahan Husein-Sadewo” “KPU Banyumas sebagai lembaga yang menyelenggarakan pilkada dan bertugas mensosialisasikan pemilihan kepada pemilih, sangatlah relevan untuk mengabarkan capaian-capaian yang telah dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Banyumas,” ungkap Imam.   Di awal perbincangan, pria yang akrab disapa Sadewo menjelaskan mengenai program pemerintah yang sudah dilakukan untuk mewujudkan visi misi. Dalam bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Banyumas mengharapkap kedepannya sebagai pusat pendidikan. Salah satu perwujudan yang sudah dilakukan pemerintah adalah penghibahan tanah untuk IAIN dan Fakultas Kedokteran Unsoed untuk kepentingan perluasan lahan kampus.   Kemudian di bidang pelayanan, pemerintah menggunakan  mall   sebagai pusat pelayanan masyarakat. “Banyumas sebagai barometer pelayanan publik, Banyumas menjadi rujukan dari kabupaten-kabupaten lain,” ucap Sadewo.   Terkait dengan lowongan pekerjaan, Wakil Bupati Banyumas ini mengatakan bahwa: “Saat ini yang sedang di dorong oleh pemerintah adalah program pemerintah pusat yaitu pembangunan tol Pejagan-Cilacap dimana pemerintah kabupaten mendesak program tersebut dijadikan sebagai proyek strategi nasional.” Pemerintah juga akan melakukan pembangunan kawasan industri, dimana saat ini sedang dalam proses pembangunan di Wangon, Ajibarang dan Lumbir. Di akhir perbincangan, Sadewo mengharapkan bahwa nantinya Banyumas lebih makmur untuk kedepannya.


Selengkapnya
438

Kelas Pemilu KPU Banyumas Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas mengadakan Kelas Pemilu, Rabu (07/04/2021). Namun kali ini kelas sedikit berbeda karena tidak hanya mengajarkan tentang kepemiluan saja tetapi juga tentang teknik menulis berita dan reportase kegiatan KPU.   Kelas dilaksanakan di Aula KPU Banyumas, Hanan Wiyoko selaku Divisi Teknis Penyelenggaraan menjadi pemateri Kelas Pemilu kali ini. Diikuti oleh 15 mahasiswa magang KPU Banyumas, Kelas dimulai dengan materi teknik menulis berita dan menjelaskan pentingnya ilmu menulis pada mahasiswa.   “Saya ingin memberi oleh-oleh yang unik untuk teman-teman magang KPU Banyumas. Selain ilmu tentang kepemiluan saya akan membagi sedikit ilmu pengalaman saya di dunia Jurnalistik,” kata Hanan.   Kelas berlangsung dengan interaktif, mahasiswa magang aktif bertanya disaat sesi kelas berlangsung, terutama pada saat masuk ke bagian materi praktek penulisan berita. Hanan memaparkan materi sangat lengkap dari perbedaan antara berita dengan informasi, macam jenis berita, cara mengumpulkan informasi dan cara menulis berita.   Lalu, kelas dilanjutkan materi terakhir yaitu teknik mengulas beritas sekaligus kliping yang baik dan benar. Hanan menjelaskan materi ini sangat lengkap dari definisi mengulas, langkah membuat kliping, sampai memberikan contoh ulasan dan kliping yang baik sekaligus menutup kelas.   “Saya harap ini bisa jadi motivasi kalian untuk lebih giat menulis khususnya menulis suatu opini dan berita. Sangat bagus untuk kalian jika bisa menuliskan pendapat secara terstruktur terhadap suatu permasalahan,” pesan Hanan di akhir acara. (rfs)


Selengkapnya
422

DPB Maret 2021 Ditetapkan Sebanyak 1.352.366

Purwokerto, kab-banyumas.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas mengadakan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) secara daring dari Aula KPU Kabupaten Banyumas, Rabu (07/04/2021).   Rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari Polresta Banyumas, Kodim 0701/BMS, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Pengadilan Agama Purwokerto, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah X, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto, dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas. Ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Plt. Ketua KPU RI Nomor 132 tahun 2021. Salah satu poinnya, KPU Kabupaten/Kota diminta melaksanakan Rakor bersama instansi terkait untuk menetapkan rekapitulasi DPB setiap bulannya.   Dari upaya yang telah dilakukan oleh KPU Banyumas dibantu oleh semua instansi terkait, telah diperoleh Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) bulan Maret 2021 sebanyak 1.352.366, terdiri dari 674.939 laki-laki dan 677.427 Perempuan.   Terkait pemutakhiran data pemilih, setiap instansi siap menyediakan data kepada KPU Banyumas. Polresta Banyumas dan Kodim 0701/BMS siap memberikan data, baik anggota TNI/Polri baru maupun anggota yang telah memasuki usia pensiun.   Adapun masukan dari pihak Lapas dan Rutan, keduanya siap untuk mendata para tahanan yang nantinya akan menggunakan hak pilihnya. Karena mulai tahun 2024, nantinya akan dibuat TPS tetap di dalam Lapas/Rutan.   Sementara itu, Bawaslu Banyumas memberi masukan agar nantinya KPU Banyumas dapat melaksanakan Rakor bersama pihak kecamatan maupun desa/kelurahan. Menurut Yon Daryono yang mewakili Bawaslu Banyumas, tentunya hal itu dilakukan dengan izin dari pihak Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk memperoleh data kematian secara lebih cepat sehingga nantinya dapat menghindari masih tercatatnya data pemilih yang sudah meninggal dalam DPB. (afa)


Selengkapnya