Berita Terkini

283

KPU Banyumas Kenalkan Dapil dan Tahapan Mutarlih di Kelas KPU Mengajar SMK Mutu Purwokerto

PURWOKERTO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali melaksanakan program sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui kegiatan KPU mengajar di SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) 1 Purwokerto, Kamis (04-11-2021) kemarin. Di kelas KPU Mengajar sebelumnya, siswa dikenalkan dengan tahapan Pemilu dan Pemilihan. Seperti sebelumnya, agar menarik ketertarikan siswa disediakan kuis berhadiah di akhir kelas. Hanan Wiyoko yang bertindak sebagai pemateri mengenalkan Dapil di Kabupaten Banyumas melalui permainan di halaman sekolah. Menurut anggota KPU Banyumas divisi teknis ini, melalui permainan akan mudah bagi siswa untuk mengingat komposisi kecamatan di setiap Dapil daripada siswa diminta untuk menghafal. Sementara itu, Subhan Purno Aji yang bertindak selaku pemateri tahapan pemutakhiran data pemilih (Mutarlih) menyampaikan syarat penduduk yang berhak menjadi pemilih, alur tahapan pemutakhiran, tugas dan tanggung jawan Petugas Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) hingga teknis simulasi Coklit (pencocokan dan penelitian).  Pria yang yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sub-Bagian Program dan Data menambahkan bahwa selain memilih merupakan hak warga negara yang tidak kalah pentingnya adalah partisipasi warga negara untuk menggunakan hak pilih. Dia mengajak siswa yang telah berusia tujuhbelas tahun dan telah mendapat hak sebagai pemilih agar turut berpartisipasi dalam Pemilu, tidak hanya sebagai pemilih tetapi dapat juga sebagai penyelenggara.  Selama kegiatan, tampak para siswa aktif dan antusias mengikuti berbagai rangkaian acara. Para pemateri terus mengingatkan kepada para siswa agar saat tiba masanya untuk memilih agar menggunakan hak pemilih dengan bijak, memilih berdasarkan hati nurani, dan jangan sampai tergiur dengan money politic. (Uul-edit SPA)


Selengkapnya
170

Peringati Hari Santri, KPU Ajak 3 Santri Bahas Demokrasi Pemilu Dan Politik

PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menghadirkan 3 (tiga) santri dari organisasi mahasiswa yang berbeda dalam Panggung Anak Muda NgodeMas di Channel YouTube KPU Banyumas, Selasa (02/11/2021).  Ketua KPU Banyumas Imam Arif S mengajak Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), serta IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) cabang Purwokerto membahas mengenai aktivitas dan perspektifnya terkait demokrasi pemilu dan politik di program panggung anak muda. Program tersebut  merupakan program KPU untuk menghadirkan anak muda yang inspiratif dari berbagai macam latar belakang pendidikan, aktivitas, dan profesi. Para narasumber memperkenalkan organisasinya masing-masing yakni PMII yang saat ini memiliki 4 (empat) komisariat dan 4 (empat) bidang. Kemudian HMI memiliki beberapa komisariat dan memiliki kader di semua kampus. Sedangkan, IMM memiliki 19 (Sembilan belas) komisariat dengan 11 (sebelas) bidang di dalamnya. Ketua umum PMII cabang Purwokerto Fahrul Rozik mengatakan bahwa dengan ditetapkannya hari santri pada tanggal 22 oktober 2021 merupakan bagian dari pengakuan negara bahwa santri ini memiliki peran penting untuk perkembangan bangsa dan negara, khususnya dalam konteks demokrasi. Terkait dengan pemilu secara umum, santri harus diberi ruang lebih untuk menjadi agen penggerak dari pemilu tersebut. Bisa dimulai dengan adanya sosialisasi ke pesantren-pesantren untuk membangkitkan partisipasi santri dalam persoalan demokrasi, dalam hal memilih dan dipilih. Melanjutkan yang disampaikan Rozik, Ketua Umum HMI cabang  Purwokerto Ibnu Kasir mengatakan bahwa HMI juga sadar betul akan peran dan juga sumbangsih santri yang sangat penting di sektor politik dalam tatanan kenegaraan. “Negara itu adalah hal yang baru. Maksudnya, negara Indonesia itu ada setelah santri-santri itu ada. Kemudian akan terulang kembali seperti itu sebagaimana terjadinya dahulu,” ujar Ilyas Rosyid anggota pimpinan cabang IMM cabang purwokerto. Selanjutnya, ilyas mengatakan untuk menginjak ke demokrasi sebenarnya islam itu mengajarkan bahwasanya memasuki islam itu secara tabah dan dengan asas-asas islam. Pada prinsipnya, santri juga harus turun di sektor politik karena santri seharusnya sadar betul komunitas santri ketika dimaksimalkan orang-orangnya luar biasa besar. “Kemudian, bagaimana di Indonesia bisa beribadah dengan tenang khususnya islam, tanpa gangguan dari manapun. Dan santri untuk mengatasi, untuk mensupport ketahanan bagi islam dengan masuk dalam pemerintahan untuk mengatur mekanisme-mekanisme yang kemudian tidak mempersulit orang-orang muslim,” ujar Ibnu. Oleh karena itu, santri harus terjun ke politik karena santri mempunyai banyak sekali nilai yang kemudian bisa menjadi poin tambahan di dalam pemerintahan. Sehingga, diharapkan ketika santri masuk dalam pemerintahan maka tidak akan ada kezaliman. (tni_ed sks)


Selengkapnya
175

Penerimaan Mahasiswa Magang KPU Banyumas Angkatan VI 2021

PURWOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Anggota KPU Kabupaten Banyumas, Divisi Teknis Penyelenggaraan Hanan Wiyoko menerima 6 (enam) mahasiswa magang dari 4 (empat) Universitas di Aula kantor KPU Banyumas, Jumat (29/10/2021). “Selamat belajar, selamat mengikuti kegiatan-kegiatan di KPU Banyumas. Kalian nanti akan dilatih membuat konten sosialisasi, membuat berita, mengikuti kegiatan pemutakhiran data pemilih, sosialisasi di sekolah dan Kelas Pemilu. Harapannya, selama magang satu bulan di KPU bisa menimba ilmu dan pengalaman,” ujar Hanan dalam sambutannya. Hanan juga berpesan agar dalam pelaksanaan magang tersebut, mahasiswa tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga sikap serta mengikuti tata tertib yang berlaku karena berkaitan pula dengan aspek penilaian diantaranya profesionalitas, personalitas, pengetahuan, dan sosial. Sehingga mahasiswa dapat mengikuti program magang dengan lebih bertanggung jawab. Program magang KPU Banyumas adalah pembelajaran praktek kerja pelaksanaan tugas-tugas KPU dalam penyelenggaraan pemilu/pemilihan dan sarana pendidikan pemilih. Dengan adanya program magang ini, diharapkan para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman baru terutama dalam ruang lingkup KPU. Program magang KPU dapat menjadi sarana untuk pendidikan pemilih agar mahasiswa paham, tahu, dan terampil sebagai pemilih.  Adapun mahasiswa magang angkatan VI periode November 2021 yaitu Bintang Trirahma dan Waftakhul Kiromah dari Universitas Islam Negeri Prof K.H Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), Bintang Subekti dan Tema Nur Isnaeni dari Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto, Dita Septiani Putri dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), serta Fuad Hasan dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). (tni-ed sks)


Selengkapnya
189

Audiensi Rencana Kegiatan Sosialisasi KPU Ke PKK Banyumas

PURWOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas melakukan audiensi rencana kegiatan sosialisasi bersama Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Banyumas, Kamis  (21/10/2021). Audiensi yang dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, didampingi oleh Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih, Parmas dan SDM), Divisi Teknis Penyelenggaraan, beserta Kasubag dan staf ini membincang rencana kegiatan sosdiklih berkelanjutan dengan menyasar perempuan. Hal ini sebagai bentuk jalinan kerjasama dan sinergi dalam memberikan pendidikan politik kepada perempuan Banyumas melalui PKK sesuai dengan tingkatannya.  “Kita harus mendorong hal tersebut agar pemilu kita menjadi lebih berkualitas. Harapannya nanti perempuan tidak lagi menjadi lumbung suara, mampu menekan tingginya biaya politik dan mendaulatkan perempuan sehingga tidak ada lagi jual beli suara dan menjadi pribadi yang merdeka, rasional dan berdaulat secara politik,” ujar Anggota KPU Banyumas Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Yasum Surya Mentari. Selanjutnya, Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Erna Sulistyowati Achmad Husein menyambut baik rencana tersebut. Beliau mendukung dan mempersilakan KPU Kabupaten Banyumas untuk berkolaborasi dalam program kerja Pokja 1 TP PKK Kabupaten Banyumas demi tercapainya tujuan dan sasaran kegiatan. Adapun Siswati selaku Ketua Pokja I menambahkan ucapan terimakasih karena telah diberi kesempatan. Harapannya program sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya kaum perempuan sehingga perempuan tidak hanya siap memilih, namun juga siap untuk dipilih. (syp_ed sks)


Selengkapnya
210

Kelas Pemilu: Sistem Pemilu Penting untuk Jamin Representasi Warga Negara

PURWOKERTO- Sistem Pemilu harus bisa menjamin keterwakilan warga negara terpenuhi. Sebab, pada dasarnya Pemilu merupakan sarana penyelesaian konflik yang terlembagakan dari banyaknya perbedaan yang ada di masyarakat. Untuk itu, setiap “perekayasaan” sistem Pemilu harus berpijak pada kekhasan setiap negara, tidak ada sistem pemilu paling baik yang dapat diterapkan di semua negara dan masyarakat. Demikian salah satu materi yang disampaikan oleh Subhan Purno Aji, kepada peserta Kelas Pemilu di ruang Media Centre KPU Kabupaten Banyumas, Kamis pagi (14-10-2021). Peserta kelas Pemilu merupakan mahasiswa yang sedang menjalani program magang di KPU Kabupaten Banyumas. “Seperangkat aturan dan prosedur yang menentukan bagaimana suara pemilih diberikan dan bagaimana mengubah suara menjadi kursi baik untuk kursi legislatif maupun eksekutif, atau baik pada tingkat nasional maupun lokal,” ujar pria yang setahun ini menjabat Kepala Sub Bagian Program dan Data ini menjelaskan pengertian dasar sistem Pemilu. Subhan lalu menjelaskan tentang variasi sistem pemilu yang ada di dunia. Mengutip buku yang diterbitkan oleh International IDEA, menurut Subhan, paling tidak ada empat jenis sistem Pemilu di dunia. Pertama, sistem Pemilu mayoritas/pluralitas yakni kandidat atau partai politik yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang. Kedua, sistem Pemilu keterwakilan proporsional yaitu suara yang diperoleh oleh kandidat atau partai politik akan dikonversi secara proporsional menjadi kursi yang diperoleh. Ketiga adalah sistem Pemilu campuran dan keempat sistem Pemilu yang tidak dikategorikan oleh tiga sebelumnya. “Sistem Pemilu mayoritas/pluralitas banyak variannya. Tapi yang paling sederhana dan paling dikenal adalah First Past The Post (FPTP), (yakni) siapapun kandidat yang memperoleh suara terbanyak dia yang mengambil seluruh kursi yang tersedia,” sambungnya. Sistem Pemilu di Indonesia Sementara itu, lanjut Subhan, di Indonesia setiap jenis Pemilu menganut sistem yang berbeda-beda. Dia mencontohkan pada untuk Pemilu anggota DPR dan DPRD menganut sistem Pemilu perwakilan berimbang dengan daftar terbuka. Sementara untuk pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, saat ini sistem yang dipakai setelah Pilkada Serentak 2015 adalah FPTP, yakni pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak langsung ditetapkan sebagai pemenang. Sementara sebelum 2015 dikenal dengan sistem Two Round System (Dua Putaran). “Karena Pilkada yang dulu (sebelum 2015), pasangan calon yang terpilih adalah mereka yang mendapatkan suara terbanyak dan memiliki persentase suara sah di atas 30 persen. Jika belum ada paslon yang memperoleh 30 persen diambil dua paslon dengan suara terbanyak untuk dilanjutkan dengan Pilkada putaran kedua,” paparnya saat menjelaskan jenis-jenis sistem Pemilu yang saat ini berlaku di Indonesia. Di akhir sesi, Subhan memberikan penugasan kepada peserta untuk menghitung perolehan kursi yang diperoleh dengan menggunakan varian Sainte-Lague murni. Formula matematis konversi suara menjadi kursi merupakan salah satu unsur pembentuk Sistem Pemilu. (SPA)


Selengkapnya
4068

Serapan Anggaran Tembus 78 Persen, Kegiatan Berbasis Tupoksi Jalan Terus

PURWOKERTO- Realisasi atau serapan anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas  sampai dengan Triwulan III sudah mencapai target, yakni sebesar 78,19 persen atau sebesar Rp 2.327.645.415,00 dari alokasi anggaran sebesar Rp 2.977.094.000,00. Dengan demikian, anggaran yang tersisa sebesar Rp 649.448.585,00 atau 21,81%. Diharapkan sampai dengan akhir tahun, anggaran yang dapat terealisasi di atas 95%. Kasworo, Sekretaris KPU Banyumas di sela-sela rapat rutin mungguan, Senin pagi (04-10-2021), menuturkan sejauh ini serapan anggaran tidak ada kendala yang berarti dan sesuai dengan perencanaan di awal tahun. Meski begitu, dia mengharapkan jajaran sekretariat untuk tetap fokus melaksanakan kegiatan agar tidak hanya serapan yang tinggi tetapi juga output yang ada juga sesuai dengan target.  “Kita dituntut tidak hanya serapan tinggi, tetapi juga keluarannya (output) juga sesuai dengan target kinerja di awal tahun,” tutur orang nomor satu di lingkungan sekretariat KPU Banyumas itu. Berbasis Tupoksi Kasworo menambahkan di luar kegiatan yang berbasis anggaran, sejak awal KPU Banyumas juga berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan yang berbasis Tupoksi (tugas pokok dan fungsi), yakni kegiatan yang ditujukan untuk pendidikan pemilih. Kegiatan yang berbasis Tupoksi diantaranya KPU Mengajar, Kelas Magang Mahasiswa dan Serial Podcast “Ngodemas”.  Hal itu karena Tupoksi KPU Banyumas tidak melulu menyelenggarakan kegiatan saat ada tahapan Pemilu/Pemilihan saja tetapi juga saat tidak tahapan Pemilu/Pemilihan pun KPU Banyumas tetap melaksanakan pendidikan pemilih yang tidak terikat oleh waktu tahapan seperti yang diamanatkan oleh undang-undang. (SPA)


Selengkapnya