Berita Terkini

170

BEM UNU dan UHB Purwokerto Ajak Terapkan Sikap Kepahlawanan Dalam Partisipasi Politik

PURWOKERTO - Panggung Anak Muda Ngobrol Demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas (NgodeMas) kembali hadir bersama dua aktivis mahasiswa di Channel YouTube KPU Banyumas, Kamis (18/11/2021). Menghadirkan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Harapan Bangsa (UHB), Andika Parnomo Putra (Andika) dan Wakil Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Magriza Apriansyah (Rian) membincang seputar kepahlawanan bersama Ketua KPU Banyumas Imam Arif S. Panggung Anak Muda adalah sebuah program KPU Banyumas untuk bersama mendialogkan berbagai hal, tema, dan aktivitas dengan menghadirkan anak- anak muda dari berbagai lintas ideologi serta lintas disiplin ilmu. “Merekalah para aktivis muda, para anak muda inspiratif, dan penuh dedikasi,” ujar komisioner yang akrab disapa Imam ini. Sebelum memasuki tema dialog, Andika dan Rian berbagi pengalamannya selama berorganisasi di kampusnya masing-masing, yang tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi di tengah pandemi. Selanjutnya, Rian menyampaikan pandangannya terkait kepahlawanan. ”Pahlawan itu ada dua sisi, pertama ada legitimasi pendukungnya dan kedua pahlawan harus  punya pendirian,” ucap Rian. Sama halnya dengan Andika yang berkata bahwa “Menurut pandangan saya pahlawan yang dimaksud adalah orang-orang yang bisa menjadi contoh baik dan merubah keadaan agar memungkinkan dan mempertahankan sesuatu yang sudah dipertahankan sebelumnya.”  “Kaitannya dengan pemilu yaitu dalam memilih calon pemimpin harus mencermati program dan  rekam jejaknya, jangan hanya karena uang yang nantinya menjadikan kondisi negara semakin buruk ,” jelas Rian. “Saat ini sikap kepahlawanan masih perlu ditingkatkan lagi, sehingga sebagai mahasiswa bisa ikut berpartisipasi misalnya dalam kajian perilaku politik dan mengeluarkan pendapat dan memperjuangkan kebenaran melalui organisasi eksternal,” sambung Andika. Andika dan Rian  juga menegaskan pentingnya mengenang, meneladani, dan menghargai jasa pahlawan sebagai motivasi kita dalam melangkah dan mengaplikasikan nilai-nilai pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Singkatnya, semua orang bisa menjadi pahlawan. Pahlawan mempunyai nilai keberanian, rela berkorban, peduli kepentingan umum, kreatif, dan kharismatik. (syp_ed sks)  


Selengkapnya
171

DPM IT Telkom dan BEM Amikom: Jadilah Pahlawan Masa Kini

PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali menghadirkan aktivis mahasiswa dalam acara Panggung Anak Muda Ngobrol Demokrasi KPU Banyumas (NgoDeMas) di Channel YouTube KPU Banyumas, Senin (15/11/2021). “Di episode ke-55 ini Panggung Anak Muda menghadirkan narasumber Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Sofiyudin Pamungkas dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIKOM) Purwokerto, Muhammad Dion Setyo Aji,” kata Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif S mengawali dialog.  Dilanjutkan secara bergantian, kedua aktivis ini menerangkan aktivitas organisasi dan kegiatan di kampus masing-masing. Mengangkat tema kepahlawanan, Muhammad Dion Setyo Aji yang akrab disapa Dion berpendapat bahwa pahlawan adalah orang yang sangat berpengaruh dan mampu membuat perubahan, sedangkan menurut Sofiyudin Pamungkas atau Opi, pahlawan adalah tokoh inspiratif dan contoh dalam kita berperilaku, berbangsa, bernegara, semangat, pantang menyerah, dan rela berkorban. Tokoh pahlawan pilihan Dion adalah Jenderal Soedirman karena menurutnya dialah seorang jenderal yang selalu semangat, walaupun sakit namun tetap gigih memimpin bawahannya demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Sedangkan Opi memilih tokoh pahlawan: presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Opi mengagumi sosok ini karena menurutnya sangat cerdas, tercermin dari perjuangan dan pemikirannya hingga bisa mendirikan negara dan menyatukan berbagai keragaman yang ada di negara ini. Dalam kesempatan ini, Dion dan Opi mengajak kepada generasi muda:“Jangan hanya berdiam diri, jika kalian punya sesuatu, punya pemikiran segera laksanakan, jangan takut untuk berproses. Jadilah pemuda atau mahasiswa yang peduli, melek politik dan jangan apatis.” Di akhir dialog, Imam mengajak seluruh pemirsa Ngodemas, “Jadilah pahlawan, pahlawan untuk diri sendiri, lingkungan, dan bangsa. Siapapun dari kita bisa menjadi pahlawan.” (bs_ed sks)


Selengkapnya
187

KPU Banyumas Bahas Kepahlawanan Bersama BEM UMP dan BEM Unwiku Purwokerto

PURWOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali mengundang aktivis mahasiswa dari 2 (dua) Universitas dalam Panggung Anak Muda Ngobrol Demokrasi KPU Banyumas (NgodeMas) di Channel YouTube KPU Banyumas, Jum’at (12/11/2021). Ketua KPU Banyumas Imam Arif S dalam program Panggung Anak Muda mengajak Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Wijayakusuma (BEM Unwiku) Purwokerto dan Wakil Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk membahas mengenai kepahlawanan dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November 2021. Program tersebut merupakan program KPU untuk menghadirkan anak muda yang inspiratif dari berbagai macam latar belakang pendidikan, aktivitas, dan profesi. Sebelum masuk dalam pembahasan, para narasumber menceritakan aktivitas organisasinya yang dalam masa pandemi ini menjadi terbatas dari segi waktu dan pelaksanaannya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat sehingga program kerja (proker) tetap terlaksana dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam pembahasan mengenai kepahlawanan, Batis Reka Guliwan (Presiden BEM Unwiku Purwokerto) dan Salma Fathina Hanin (Wakil Presiden BEM UMP), sepakat bahwa pahlawan ialah seseorang yang berani dan rela berkorban untuk orang lain tanpa pamrih. Dan siapapun punya potensi menjadi pahlawan dengan bidangnya masing-masing, di sektor masing-masing. “Pahlawan adalah seseorang yang memiliki keberanian. kemudian pengorbanan yang sangat besar tetapi bukan untuk diri sendiri, tapi juga untuk banyak orang tanpa mengharap imbalan,” ujar Salma. Sedangkan Batis menambahkan bahwa: “Pahlawan adalah orang yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Tentunya dengan spiritnya, dengan semangatnya, dengan keberaniannya, segala sisinya itu selalu didermakan, dihibahkan untuk kepentingan orang banyak dan tentunya tidak mengharapkan imbalan atau pamrih. Melihat kondisi pemerintahan saat ini, Batis dan Salma sepakat bahwa indonesia masih minim figur pemimpin yang benar-benar mengabdi untuk rakyat dan bisa membawa kemajuan serta kesejahteraan rakyat tanpa kemudian mengharapkan kepentingan pribadi. Namun, disamping itu Salma mengatakan ada yang lebih penting dari politik yaitu kemanusiaan. Salma juga menyampaikan bahwa mahasiswa mempunyai peran sebagai iron stock, agent of change, dan agent of social control yang kemudian kembali diperjelas oleh Batis terkait tanggung jawab mahasiswa sebagai generasi penerus. Pertama, iron stock yakni dimana mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang punya nilai kemanusiaan, kebermanfaatan, dan kepahlawanan. Kedua, agent of change atau generasi yang membawa perubahan artinya kelak ketika menjadi penerus dan sudah mengetahui masalah yang ada, maka jangan mengulangi kesalahan yang sama. Kemudian yang ketiga, agent of social control yakni menjadi kontrol sosial terutama terkait dengan pemerintah ketika pemerintah tidak berjalan di jalurnya. Maka dari itu, mahasiswa selain mengkritisi juga mempersiapkan generasi penerus dengan catatan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Di akhir acara, Batis menyampaikan bahwa generasi muda mempunyai tugas menjadi penerus kepemimpinan. Meskipun saat ini indonesia memiliki banyak masalah, tetapi sebagai generasi penerus harus tetap optimis bahwa indonesia akan bisa maju dengan modal kapasitas, kapabilitas, idealisme, serta profesionalisme. Mengenai hal tersebut, Salma juga menegaskan bahwa generasi penerus harus tetap berada pada kebaikan dan kebenaran karena hal tersebut tidak hanya terkait kompetisi di dunia saja, melainkan juga akan berada pada kompetisi di akhirat. (tni_ed sks)  


Selengkapnya
152

Peringati Hari Pahlawan, Pimpinan BEM Unsoed dan UIN Saizu Ajak Generasi Muda Mengisi Kemerdekaan

PURWOKERTO – Program Ngobrol Demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas (NGODEMAS) seri Panggung Anak Muda menghadirkan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Saifuddin Zuhri. Memasuki episode ke-52, acara ini ditayangkan di Channel YouTube KPU Banyumas, Rabu (10/11/2021). “Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021, kami mengangkat tema tentang Pahlawan Masa Kini sebagai fokus dialog,” ujar Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif S.  Moh. Fahmi Sahal Itsnaini, Ketua DEMA UIN Saizu yang akrab disapa Sahal ini memulai dialog dengan menceritakan tentang aktivitas DEMA dan Kabinet Kolaborasi Bergerak yang dipimpinnya. Dimana periode ini DEMA UIN Saizu lebih fokus pada pengembangan internal serta kegiatan sosial dengan banyak terjun ke masyarakat. Mahasiswa S1 Perbandingan Madzhab, Fakultas Syariah juga berharap kabinet ini dapat lebih masif lagi bergerak untuk masyarakat dan negara.  Dilanjutkan oleh Fakhrul Firdausi, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed angkatan 2017 memaparkan tentang aktivitas Kabinet Baragia yang merupakan singkatan dari “Semangat Membara Bahagia Bersama”. Aktivitas berupa pelaksanaan fungsi pergerakan mahasiswa, pemberdayaan mahasiswa dan pengabdian masyarakat serta fungsi penunjang lainnya.  Perihal aktivitas BEM Unsoed “turun ke jalan”, Fakhrul memaknai sebagai bentuk partisipasi politik dari mahasiswa, mengawal jalannya pemerintahan, memberikan kritik-kritik yang konstruktif supaya lahir kebijakan yang pro rakyat.  Mengenai sosok pahlawan, bagi pengagum Bung Karno, Jenderal Soedirman dan Bung Hatta ini, pahlawan adalah orang yang senantiasa merawat dan mencintai negerinya, yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan permasalahan sosial di masyarakat. Sedangkan Sahal yang mengagumi sosok Ki Gede Sebayu (pendiri Kabupaten Tegal), Hasyim Asy'ari dan Bung Karno mengajak generasi muda agar di momentum hari pahlawan ini tetap merefleksikan semangat perjuangan, semangat pengorbanan, baik yang tercatat maupun tidak dalam buku sejarah. Karena menjaga keutuhan negara adalah menjaga keutuhan diri kita sendiri. “Kepahlawanan itu bukan hanya yang memperjuangkan kemerdekaan saja, tetapi juga yang  mengisi kemerdekaan. Kita, sebagai generasi muda, harus turut serta dan harus sadar akan peran kita sebagai warga negara.” kata Fakhrul dan Sahal menutup dialog. (dsp_ed sks)


Selengkapnya
228

Pelajari Lembaga dan Sekretariat KPU dalam Kelas Pemilu KPU Banyumas

PURWOKERTO - Mahasiswa magang angkatan ke-VI Tahun 2021 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas mengikuti kelas pemilu perdana di ruang media center KPU Banyumas. Pertemuan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ini membahas mengenai lembaga KPU Banyumas dan kesekretariatan. Adapun materi disampaikan oleh Sekretaris KPU Banyumas Kasworo, Senin (08/11/2021). Sebelum menyampaikan materi, Kasworo mengingatkan bahwa sangat penting bagi seorang mahasiswa untuk aktif berorganisasi karena dapat meningkatkan kemampuan berdiskusi, bersosialisasi, dan berinteraksi, serta pemecahan masalah secara intelektual. “Tujuan diadakannya kelas pemilu ini adalah agar mahasiswa magang mengerti bagaimana sistem kerja lembaga KPU. Agar tahu betul lembaga KPU itu seperti apa,” ujar Kasworo kepada 6 (enam) mahasiswa dari 4 Universitas yakni Dita Septiani Putri dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Fuad Hasan dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Bintang Trirahma dan Waftakhul Kiromah dari Universitas Islam Negeri Prof K.H Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) dan Tema Nur Isnaeni serta Bintang Subekti dari Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku) Purwokerto. Kasworo juga menambahkan bahwa KPU adalah lembaga yang mirip dengan DPR atau DPRD Provinsi/Kabupaten. Meski didalam KPU ada komisioner dan sekretariat namun posisinya sama yakni sebagai penyelenggara pemilu dan pemilihan. Apabila tidak ada pemilu, KPU tetap beraktivitas dengan melakukan siklus pemilu yang meliputi masa pra-pemilu, masa pemilu, masa pasca pemilu. Kemudian untuk layanan publik yang ada di KPU Banyumas antara lain Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Pelayanan Informasi Melalui PPID, Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), Rumah Pintar Pemilu (RPP), Pengaduan Masyarakat (Dumas), serta Penerimaan Magang. Dalam sesi diskusi yang sekaligus menutup kegiatan kelas pemilu, Bintang Trirahma menanyakan perihal  tanggung jawab secara administratif dan kebendaharaan di KPU Banyumas. Kasworo menjawab bahwa “Tanggung jawab secara administratif adalah kepada KPU Provinsi, KPU Provinsi pada Sekretaris Jenderal KPU RI”. Kemudian, berbeda dengan di Organisasi Mahasiswa (Ormawa), bendahara di KPU Banyumas masuk dalam kesekretariatan dengan bidang tertentu. (tni_ed sks)


Selengkapnya
211

Realisasi Anggaran Oktober Capai 84,27 Persen, Kasworo Ingatkan Sasaran Kinerja

PURWOKERTO- Realisasi anggaran sampai dengan 31 Oktober 2021 telah mencapai 84,27 persen. Dengan demikian dari pagu anggaran setelah revisi ke-4 yang diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas sebesar Rp 3.051.094.000,00, tinggal menyisakan Rp 480.045.981,00 atau 15,73 persen.  Menurut Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas, Kasworo, serapan anggaran memang hanyalah salah satu indikator baik atau buruknya suatu satuan kerja pemerintah dalam mengelola alokasi anggaran yang diterima. Masih ada kriteria lain, lanjutnya, diantaranya efisiensi, ketercapaian sasaran kinerja dan tentu saja administrasi pertanggungjawaban anggarannya. “Saya selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk melihat sasaran kinerja dengan serapan anggaran, jangan sampai serapan tinggi tapi output-nya nggak tercapai,” ujarnya ditemui di sela-sela rapat rutin mingguan, Senin (08-11-2021). Kasworo menambahkan masih ada sisa waktu sampai Desember untuk menuntaskan kegiatan agar serapan anggaran mencapai di atas 95 persen. Dia juga mengingatkan seluruh jajarannya agar selalu memperhatikan aspek administrasi pengelolaan anggaran agar nantinya saat menyusun laporan pertanggung jawaban anggaran dan kinerja tidak menemui kendala yang berarti. (SPA)


Selengkapnya