Berita Terkini

156

Urgensi Mahasiswa dalam Pemilu

PURWOKERTO - Mahasiswa magang angkatan ke-VII Tahun 2021 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas, mengikuti kelas pemilu perdana di ruang Media Centre KPU Banyumas, Rabu (01/12/2021). Pertemuan dilaksanakan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ini membahas Urgensi Mahasiswa Dalam Pemilu dan disampaikan oleh Hanan Wiyoko Anggota KPU Banyumas Divisi Teknis Penyelenggara,  “Tujuan diadakannya kelas pemilu agar mahasiswa mengerti apa itu pemilu dan bagaimana sistem kerja KPU. Dan diharapkan nantinya mahasiswa dapat terjun langsung ke masyarakat,” ujar Hanan kepada 5 (lima) mahasiswa dari 4 universitas yakni Dwi Arkani Izzati dari Universitas Jendral Soedirman (unsoed), Luthfy Fachrul Imam dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Cahyo Mulia Ramadhan dari Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Wahyu Purwitasari dan Delfia Nurul Anggita dari Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto. Hanan juga menjelaskan mengenai makna penting pemilu dalam sistem politik diantaranya ada mekanisme transfer kekuasaan secara damai, melaksanakan kedaulatan rakyat dan pengakuan hak asasi warga. Pemilu dibedakan menjadi 3 tipe pemilihan pemilu yaitu stigma, pasif dan skeptis. Terdapat tantangan penyelenggara pemilu pendatang yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor SDM Penyelenggara, Teknologi, Penumpang Gelap dan lain lain.  Dan yang dapat dilakukan mahasiswa dari pemilu yaitu mahasiswa dapat menjadi penyelenggara pemilu, pemilih, pengamat dan edukasi. Dari materi yang telah dijelaskan oleh hanan sekaligus menutup kegiatan kelas pemilu, Cahyo Mulia Ramadhan menanyakan perihal politik uang apakah sudah menjadi adat dan tidak adanya larangan. Hanan menjawab “Pihak KPU telah mengedukasi hal tersebut dan melarang adanya politik uang, namun realita dilapangan berbeda dan sulit untuk di identifikasi.” (wps)


Selengkapnya
132

Menggunakan Sidalih Berkelanjutan, DPB November Ditetapkan Sebanyak 1.352.683

PURWOKERTO- Sebanyak 1.352.683 pemilih tercatat dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) November 2021 di Kabupaten Banyumas. Jumlah itu terdiri dari 675.122 pemilih laki-laki dan 677.561 pemilih perempuan. Rinciannya, pemilih yang dicoret karena sudah tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 40 pemilih dan pemilih baru yang ditambahkan sebanyak 143 pemilih. Menurut anggota KPU Kabupaten Banyumas, Khasis Munandar, yang ditemui seusai rapat rutin bulanan rekapitulasi DPB November 2021, Kamis (30-11-2021), mengatakan bahwa jumlah itu menunjukkan data pemilih sangat dinamis di Kabupaten Banyumas.  “(Data) itu menunjukkan data pemilih sangat dinamis, ada penambahan dan ada yang di-TMS (tidak memenuhi syarat),” tutur Khasis Munandar, yang membawahi divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin). Lebih lanjut Khasis menuturkan, rekapitulasi DPB yang dilakukan oleh KPU setiap bulannya tidak semata-mata untuk memenuhi mandat undang-undang, tetapi juga sebagai bentuk komitmen KPU Kabupaten Banyumas agar semua penduduk Banyumas yang sudah berhak untuk memilih terdaftar dalam daftar pemilih.  Untuk itu, pihaknya berupaya untuk selalu memastikan pemilih baik karena telah berusia 17 tahun maupun pemilih yang karena regulasi dirinya berhak untuk memilih masuk dalam daftar pemilih. "Sangat penting bagi kami untuk melindungi hak memilih warga Banyumas karena bagian dari yang dijamin oleh konstitusi," tandas Khasis. Sementara itu, menurut Kepala Subag Program dan Data, Subhan Purno Aji, rekapitulasi DPB bulan November ini untuk pertama kalinya dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Pendaftaran Pemilih Berkelanjutan (SIDalih Berkelanjutan). Menurutnya, aplikasi ini sangat membantu KPU Kabupaten Banyumas dalam mengelola DPB yang selama ini dilakukan secara manual.  "Sangat terbantu dengan (adanya) aplikasi Sidalih Berkelanjutan. Misalnya, apakah data yang ditambahkan ganda atau tidak," ujarnya. Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu KPU RI secara resmi meluncurkan aplikasi Sidalih Berkelanjutan untuk membantu pengelolaan PDPB satuan kerja KPU di seluruh Indonesia. (SPA)


Selengkapnya
1163

Oktober 2021, Pemilih DPB Jadi 1.352.580

PURWOKERTO- Sampai dengan Oktober 2021, Pemilih dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) di Kabupaten Banyumas tercatat berjumlah 1.352.580, dengan rincian 675.059 pemilih laki-laki dan 677.521 pemilih perempuan. Dari jumlah itu, pemilih yang dicoret karena sudah tidak memenuhi syarat (TMS) lagi sebanyak 176 pemiliih. Rinciannya 175 pemilih karena meninggal dan 1 pemilih karena menjadi TNI. Adapun pemilih baru yang ditambahkan sebanyak 128 pemilih. Hal itu disampaikan oleh anggota KPU Kabupaten Banyumas, Khasis Munandar seusai rapat rutin bulanan dalam rangka penetapan rekapitulasi DPB Oktober 2021, Jumat (29-10-2021), di ruangan rapat anggota. Rapat dihadiri oleh seluruh komisioner, Sekretaris, para Kasubbag dan staf terkait. “Rekap ini alhamdulilah melanjutkan tren peningkatan DPB dari waktu ke waktu di Kabupaten Banyumas,” tutur Khasis Munandar, yang membawahi divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin). Bagi Khasis, rekapitulasi DPB yang dilakukan oleh KPU setiap bulannya tidak semata-mata untuk memenuhi mandat undang-undang, tetapi sebagai bentuk komitmen KPU Kabupaten Banyumas agar semua penduduk Banyumas yang sudah berhak untuk memilih terdaftar dalam daftar pemilih. Untuk itu, pihaknya berupaya untuk selalu memastikan pemilih baik karena telah berusia 17 tahun maupun pemilih yang karena regulasi dirinya berhak untuk memilih masuk dalam daftar pemilih. "Sangat penting bagi kami untuk melindungi hak memilih warga Banyumas karena bagian dari yang dijamin oleh konstitusi," tandas Khasis. Sementara itu, hasil data pemilih yang dimutakhirkan kali ini merupakan hasil dari koordinasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Banyumas bersama Forum DPB yang telah dibentuk beberapa waktu yang lalu. Kepala Subag Program dan Data, Subhan Purno Aji, menyampaikan data pemilih baru berasal dari koordinasi dengan Pemerintah Desa beberapa waktu yang lalu. Dia mengajak kepada masyarakat Banyumas untuk aktif berpartisipasi melaporkan diri bila ada perubahan data pemilih melalui kanal yang sudah disediakan.  "Partisipasi untuk melaporkan diri sangat penting bagi kami karena itu data primer bagi kegiatan pemutakhiran berkelanjutan. Selama ini kami mengandalkan data sekunder yang berasal dari instansi terkait," ujarnya. Seperti diketahui, setiap akhir bulan berjalan KPU Kabupaten Banyumas melakukan rekapitulasi DPB. Pemutakhiran data itu meliputi data pemilih baru, data pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan perubahan elemen data. (SPA)


Selengkapnya
193

KPU Banyumas Raih Tiga Penghargaan Kinerja Tahun 2021

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas meraih tiga penghargaan kinerja Tahun 2021 dari KPU Provinsi Jawa Tengah. Tiga penghargaan tersebut adalah peringkat terbaik 2 Manajemen Teknis Kepemiluan, peringkat terbaik 2 kategori inovasi bidang hukum dan pengawasan, dan peringkat terbaik 3 kategori pelaporan kartu kendali Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).  Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat mengatakan, penghargaan tersebut untuk memotivasi satuan kerja di kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk bekerja dengan baik dan inovatif. Bagi penerima penghargaan, ia mengucapkan selamat dan bagi kabupaten/kota lain yang belum menerima untuk terus meningkatkan kinerja. Penyerahan penghargaan dilakukan Senin (29/11/2021) sore di aula Kantor KPU Prov Jawa Tengah, Jalan Veteran Semarang. Penghargaan berupa plakat dan piagam diberikan di sesi akhir acara Sosialisasi Rencana Pengaturan Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Parpol Peserta Pemilu 2024 serta Rencana Kegiatan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan Secara Elektronik.  Penghargaan diwakili oleh anggota KPU Kabupaten Banyumas yakni Hanan Wiyoko dan Suharso Agung Basuki. Acara diikuti Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Divisi Hukum dan Pengawasan dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Selain tiga penghargaan tersebut, prestasi lain adalah pengelolaan Jaringan Dokumentasi Informasi dan Hukum (JDIH) KPU Banyumas yang masuk nominasi 10 besar tingkat provinsi. "Raihan prestasi menjadi kebahagiaan keluarga besar KPU Banyumas. Diharapkan kinerja dan soliditas komisioner dan sekretariat bisa terus ditingkatkan untuk mewujudkan KPU Melayani," kata Ketua KPU Banyumas, Imam Arif S. (*)


Selengkapnya
154

Hari Anak Sedunia, KPU Banyumas Dialog Bersama Pegiat Komunitas Jagad bocah

PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas mengundang Pegiat Komunitas Jagad Bocah dalam acara Ngobrol Demokrasi KPU Banyumas (Ngodemas) di Channel YouTube KPU Banyumas, Selasa (23/11/2021). “Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia sekaligus Hari Toleransi Sedunia, telah hadir bersama kita pegiat sekaligus Ketua dari Komunitas Jagat Bocah, mas Kasito,” kata Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif S dalam sesi perkenalan. Komunitas yang berdiri pada 29 Maret 2014 ini diberi nama Jagat Bocah dengan tujuan agar nama komunitasnya abadi. Kemudian, kata ‘bocah’ dipilih karena meski turun temurun namun tetap akan ada yang namanya bocah (anak-anak). Dengan tagline “Bersahabat, Belajar, Memimpin”, Kasito mengatakan bahwa makna kata “bersahabat” adalah sebagai resep hidup. Dimana dalam menghadapi setiap masalah harus tahu apa rumus menghadapi kehidupan. “Bersahabat dengan situasi, lingkungan, serta diri sendiri. Kalau sudah seperti itu, otomatis kita akan bisa belajar dan memimpin diri sendiri,” ujar ayah dari 2 anak ini. Program yang ada dalam komunitas ini adalah jagat pintar, jagat sehat, jagat wisata, jagat seni, jagat teknologi, jagat olahraga, dan jagat panggung. Jagat pintar adalah belajar sambil bermain. “Kalau bermain pasti jadi belajar, tidak ada permainan yang tidak serius. Seketika bermain, tapi serius. Disitu kita banyak belajar dengan bermain-main. Tanpa sengaja, tanpa kita suruh-suruh, tapi serius,” ujar Kasito Di jagat sehat, anak-anak diajak masak serta makan bersama. Kemudian, di jagat seni anak-anak akan belajar bermain gending setiap hari minggu. Di jagat wisata, anak-anak akan diajak ke tempat pembelajaran secara langsung. “Kita biasanya ke tempat yang tidak banyak biaya, seperti museum BRI, museum wayang,” ujar Kasito Kemudian, di jagat teknologi anak-anak diajarkan mengenai aliran listrik, merangkai listrik, serta merakit komputer secara sederhana. Pada dasarnya kegiatan ini  bertujuan agar anak-anak saling mengerti, bertoleransi, dan memahami satu sama lain dengan bersahabat. Tentunya tidak hanya dengan satu komunitas saja, tapi bersama komunitas lain di wilayah Kabupaten Banyumas. Selain itu, komunitas ini mengajarkan anak-anak mengenai tanggung jawab, menjadi pemimpin, menangani suatu kegiatan, serta persiapan suatu kegiatan.  “Memimpin ini dalam arti memimpin diri sendiri. Karena setiap diri kita adalah pemimpin. Kalau kita sudah bisa memimpin diri sendiri, otomatis kita bisa menjadi pemimpin orang lain,” lanjut Karsito Di akhir seri Dialog Tokoh ini, Imam menegaskan kepada pemirsa Ngodemas agar menciptakan ruang tumbuh, ruang yang nyaman buat anak-anak serta hadir selalu mendampingi anak-anak demi perkembangan dan masa depan yang lebih baik.” (tni_ed sks)


Selengkapnya
269

Kelas Pemilu Pra Simulasi: Pengenalan Formulir Pemilu, Tugas KPPS dan Praktik

PURWOKERTO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali menggelar kelas pemilu yang diikuti mahasiswa magang dari beberapa kampus di Purwokerto diantaranya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku). Rabu, (24/11/2021). Berbeda dengan kelas pemilu seperti biasa, kali ini mahasiswa/i melaksanakan Pra Simulasi  Tentang Pemungutan dan Penghitungan Surat Suara bersama Anggota KPU Banyumas Divisi Teknis Penyelenggaraan, Hanan Wiyoko.  Acara dibuka oleh staf sub bagian (subag) Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat (Hupmas) Sarikasih, didampingi Kasubag Teknis dan Hupmas, Tunggul Hamisena. Pemilu ini harus Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LUBER JURDIL) yang diselenggarakan oleh berbagai penyelenggara mulai dari KPU hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Agar pemilu dapat terlaksana dengan baik, maka para penyelenggara pemilu harus siap. Oleh karena itu mahasiswa diajarkan tentang bagaimana penyelenggaraan pemilu dan menjadi penyelenggara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni KPPS,” ujar Hanan dalam pengantar kelas pemilu. Kemudian, mahasiswa magang diberi form Salinan C-hasil yang fungsinya untuk menuliskan hasil penghitungan suara. Hanan pun menjelaskan detail pengisian data pemilih dan pengguna hak pilih, pengisian  data pemilih disabilitas, data penggunaan surat suara, dan data suara sah dan tidak sah. Mahasiswa juga dikenalkan dengan beberapa dokumen yang diperlukan oleh penyelenggara pemilu.  Dalam kesempatan ini peserta kelas saling berdiskusi bagaimana cara  melayani pemilih dan praktek mengisi dokumen administrasi pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Masing-masing mahasiswa juga sudah pernah aktif di kegiatan pemilu kampus, harapannya nanti ketika kembali ke kampus, mereka dapat mengimplementasikannya dan atau ketika diminta negara dalam hal penyelenggaraan pemilu ini, mereka siap dan mampu menjadi penyelenggara pemilu yang baik dan berkualitas,” harap Hanan si akhir kelas. (syp_ed sks)


Selengkapnya