Kamis Sesuatu: Pelajaran Demokrasi dari Film Kejarlah Janji
Purwokerto — Tingkat keberhasilan Pemilu tidak hanya dilihat dari gugatan di lembaga peradilan, tetapi juga dalam perjalanan proses penyelenggaraannya. Salah satu upaya yang pernah dilakukan yaitu dengan pembuatan film Kejarlah Janji. Film ini menampilkan kondisi masyarakat pada saat terjadi pemilihan pemimpin dengan berbagai situasi yang terjadi dalam proses pemenangannya. Oleh karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan diskusi penyelenggaraan pemilu melalui kegiatan “Kamis Sesuatu dengan tema Diskusi film Kejarlah Janji" melalui Zoom Meeting, Kamis (05/03/2025). Film Kejarlah Janji memuat gambaran proses demokrasi, mulai dari pencalonan, kampanye, dan pasca pemungutan suara. Hiruk-pikuk kampanye seperti politik uang, black campaign melalui teknologi, tentu tindakan tersebut digambarkan pula efek negati. Gambaran pasca pemilihan turut menjadi perhatian, yaitu bagaimana rangkaian tindakan kampanye pada akhirnya masyarakat sadar bahwa penentu demokrasi adalah tidakan dari masyarakat itu sendiri. Alur film ini menekankan penyampaian nilai-nilai demokrasi dalam sosialisasi penyelenggaraan pemilu. Samsul Huda, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Klaten, sebagai narasumber menyampaikan bahwa film Kejarlah Janji menjadi gambaran sosialisasi masyarakat. KPU dapat memberikan edukasi kepada masyarakat melalui film ini untuk bertindak rasional, realistis. Film ini menyampaikan partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penentu dari hasil demokrasi. Poin-poin film Kejarlah Janji menggambarkan politik uang, penyebaran hoax, black campaign, sebagai tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai budaya dan berdampak negatif. Selain itu, dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memilih yaitu dengan menghilangkan sikap ‘golput’ Melalui film ini, KPU ingin membangun kesadaran masyarakat dari tingkat desa bahkan di tingkat rumah tangga untuk mencipatakan integrasi bangsa, dan menggunakan hak pilih dengan bijak. Selain itu, melawan politik uang, hoax, serta membangun toleransi merupakan tujuan dari edukasi penyelenggaraan pemilu. Kualitas dan hasil demokrasi merupakan gambaran dari tindakan masyarakat itu sendiri. Artinya, ketika proses pemilu berjalan dengan bijak —sesuai dengan nilai Pancasila—, niscaya persatuan dan kesatuan akan tercapai.
Selengkapnya