Berita Terkini

182

Penerimaan Mahasiswa Magang MBKM FISIP Unsoed dan FH UMP

PURWOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menerima  4 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dan 3 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Fakultas Hukum (FH). Penyerahan mahasiswa program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dilakukan oleh Dosen Administrasi Publik Fisip Unsoed pada Rabu (01/09/2021) dan Dosen Fakultas Hukum UMP pada Senin (06/09/2021). Magang program MBKM adalah kegiatan akademis yang dapat menjadi pilihan mahasiswa setara penerapan 24 SKS atau 20 SKS Mata Kuliah yang dilaksanakan di luar kampus sebagai media bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam dunia kerja. “Adanya program magang MBKM ini diharapkan dapat bermanfaat dan kami dari KPU Banyumas terus-menerus melakukan evaluasi kegiatan tersebut agar kedepannya semakin baik,” ujar Subrantas Adhy Candra selaku Sub Koordinator Keuangan, Umum, dan Logistik dalam pengantarnya. Rahtami Susanti selaku dosen pembimbing FH UMP menyerahkan 3 mahasiswa FH UMP yaitu Nurul Amaliah, Muhammad Austin Riyadi, dan Firlyanta Sapernong dengan harapan  nantinya mereka dapat belajar baik secara teoritis maupun praktis di KPU Banyumas.  Sementara itu, Hanan Wiyoko, Anggota KPU Banyumas menyampaikan selamat datang dan berharap agar mahasiswa bisa mendukung kinerja KPU Banyumas serta menganalisa korelasi penyelenggaraan pemilu dengan Administrasi Publik dan korelasi KPU Banyumas dengan Hukum.  Kasworo selaku Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas yang menjadi penerima mahasiswa magang mengatakan: “Dikarenakan sekarang sedang masa PPKM level 3 sehingga acara penerimaan mahasiswa magang dilaksanakan secara daring.” Pimpinan sekretariat ini juga menjelaskan secara singkat mengenai struktur organisasi dan mekanisme kerja di KPU Banyumas. Adapun mahasiswa magang MBKM dari Unsoed yaitu Galuh Oktavia, Intania Nugraha, Lilis Tiyani, dan Sisca Yulieta Putri. Ke-4 mahasiswa Unsoed tersebut diantar oleh 4 dosen pembimbing yaitu Lilis Sri Sulistiyani, Bambang Tri Harsanto, Ngalimun, dan Rukna Idanati. (syp_ed sks)


Selengkapnya
156

Pelepasan Mahasiswa Magang Angkatan IV Tahun 2021

PURWOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas melaksanakan kegiatan Pelepasan Mahasiswa Magang Angkatan IV Tahun 2021, Jum’at (03/09/2021). Pelepasan dilaksanakan oleh Sekretaris KPU Banyumas, Kasworo didampingi Komisioner Suharso Agung Basuki dan Hanan Wiyoko, Pejabat Fungsional Subrantas Adhy Chandra, dan Pembimbing Mahasiswa Magang Sarikasih. Mahasiswa yang mengikuti Magang Angkatan IV yaitu, Muhammad Noor Faiz Husaini Pratama dari Universitas Gadjah Mada, Hikmah Safitri, Nadila Dwiyanti dan Asha Sembiring dari Institut Teknologi Telkom Purwokerto, serta Zuffar Adani Adhitya dan Novia Azzahra dari Universitas Jenderal Soedirman.  "Mahasiswa magang banyak membantu mengelola media sosial KPU Banyumas, seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan Tiktok. Antara lain membuat infografis, mengoperasikan OBS, mengedit video promosi NGODEMAS, menyusun berita dan layout majalah DERAP, menjadi host, dan konten untuk JDIH. Pada kelas pemilu, ke-6 mahasiswa magang ini juga meresume materi yang diberikan,” ujar Sarikasih dalam pengantarnya. Seiring berjalannya waktu kinerja mahasiswa magang meningkat, “Semakin kesini, kualitas kerja dari mahasiswa magang sangat baik,” ujar Komisioner Suharso Agung Basuki. Melalui kegiatan magang, mahasiswa belajar lebih banyak dan memperoleh pengalaman baru, serta dapat mempraktikkan secara langsung di KPU Banyumas.  Harapannya dalam satu bulan magang yang telah dilalui bersama KPU Banyumas, dapat bermanfaat dan memperluas kesempatan mahasiswa untuk mengetahui dunia pekerjaan secara nyata. Selain itu, mahasiswa juga dapat menambah koneksi jaringan teman, meningkatkan profesionalisme di tempat magang, serta mampu menerapkan ilmu dan pengalamannya, baik di dunia kerja  maupun masyarakat. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat magang kelas pemilu kepada seluruh mahasiswa dan foto bersama.  (lti_ed sks)  


Selengkapnya
127

Kelas Pemilu KPU Banyumas: Sosialisasi Pemilu Pada Generasi Milenial

  PURWOKERTO - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Sumber Daya Manusia (SDM), Yasum Surya Mentari mengisi Kelas Pemilu dengan tema Sosialisasi Pemilu Pada Generasi Milenial, Kamis (02/09/2021).    "Tugas divisi Sosdiklih antara lain melaksanakan sosialisasi mulai dari tahap awal persiapan penyelenggaraan Pemilu hingga rapat pleno penetapan peserta Pemilu/pemilihan dan berkewajiban dalam membangun pemilih dan sumber daya manusia yang berkualitas dalam berdemokrasi." ujar komisioner yang akrab disapa Surya ini.   Tantangan saat ini adalah membangun karakter politik dan demokrasi yang baik dan berkualitas “Membangun karakter politik dimulai dari diri sendiri dengan membangun perspektif religius, misalnya dapat membedakan hal yang baik dan buruk, terutama pada saat mendekati Pemilu seseorang mendapatkan uang dari pihak atau partai tertentu, yang mana hal tersebut merupakan bentuk suap menyuap dan termasuk dalam kategori perbuatan yang buruk. Dalam hal ini, masyarakat diharapkan menjadi pemilih yang cerdas. Selain itu, pemilih yang cerdas menjadi sebuah tantangan bagi kami untuk tetap mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai membangun perspektif yang religius. Oleh karena itu, kami bermitra dengan lembaga, organisasi masyarakat, disabilitas, dan milenial,” ujar Surya.   Dalam diskusi, Surya menanyakan kepada mahasiswa terkait perspektif mahasiswa mengenai Pemilu 2019. Mungkin bagi sebagian orang terutama mahasiswa merasakan Pemilu 2019 itu terasa menyenangkan dan menegangkan. Suasana Pemilu 2019 bagi masing-masing orang dan setiap daerah itu berbeda-beda. Pemilih merasa saat pemilu 2019 masih bingung dalam memilih pemimpin yang tepat di tiap daerahnya. Oleh karena itu, perlunya sosialisasi mengenai Pemilu kepada masyarakat luas (publik) agar masyarakat pun dapat memilih pemimpin dengan baik.    “Politik bukanlah sesuatu yang menyeramkan, membingungkan, dan menjenuhkan, tetapi politik itu dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan,” ujar Surya. Beliau mengajak generasi penerus bangsa agar turut menciptakan suasana yang demokratis agar menjadi sebuah sinergi yang baik bersama masyarakat dan lembaga pemerintah.   Bertempat di Aula Kantor KPU Kabupaten Banyumas, Kelas Pemilu diikuti oleh 5 mahasiswa magang, yakni Muhammad Noor Faiz Husaini Pratama dari Universitas Gadjah Mada, Hikmah Safitri, Nadila Dwiyanti dan Asha Sembiring dari Institut Teknologi Telkom Purwokerto, serta Zuffar Adani Adhitya dari Universitas Jenderal Soedirman.    Surya berharap melalui Kelas Pemilu ini, peserta dapat memiliki pemahaman mengenai sosialisasi Pemilu, sehingga dikemudian hari peserta dapat terlibat dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 di daerah asalnya masing-masing. (ina_ed sks)  


Selengkapnya
191

Membincang Penyederhanaan Surat Suara Pemilu 2024

PURWOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas melangsungkan acara Live Instagram KPU Banyumas Menyapa bersama Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Tengah Putnawati dan KPU Provinsi Jawa Barat Endun Abdul Haq, Kamis (02/09/2021). Mengangkat tema Membincang Penyederhanaan Surat Suara Pemilu 2024, diskusi virtual dipandu oleh Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Banyumas, Hanan Wiyoko.   Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif S selaku pemantik diskusi, mengatakan bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 dirasa cukup rumit dan repot dalam pencoblosannya. Selain itu, dari sisi anggaran juga besar. “Kemarin, terdapat 60 orang jatuh sakit dan 10 orang meninggal dikarenakan beban kerja yang banyak. Berangkat dari beberapa hal tersebut diperlukan upaya perbaikan penyelenggaraan pemilu tahun 2024 khususnya terkait surat suara,” ujar komisioner 2 periode ini.   Narasumber pertama yakni Putnawati menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk perbaikan pemilu adalah melalui penyederhanaan suara dari berbagai model yang ada. Alasan penyederhanaan surat suara adalah salah satunya karena beban kerja Badan Ad Hoc tahun 2019, kesulitan dalam membuka/melipat surat suara dan tingginya angka suara tidak sah.  “Penyederhanaan surat suara ini merupakan upaya KPU terhadap permasalahan teknis yang dirasakan pemilih terkait surat suara dan sebagainya untuk memudahkan pemilih yang didukung hasil survei Lembaga Penelitian Indonesia, KPU RI dan Kompas," ujar Putnawati.   Sedangkan narasumber kedua yakni Endun Abdul Haq mengatakan bahwa “Awalnya KPU mempunyai 6 opsi pilihan tulisan surat suara dan sekarang mengerucut menjadi 3 opsi model yaitu model 1, model 5, dan model  6.”    Dijelaskan bahwa model 1 ini menggabungkan 5 jenis surat suara Pemilu 2019 menjadi 1 lembar. Model ini lebih efisien dan memudahkan perhitungan dari sisi penyelenggara dan dari sisi pemilih. Namun, kelemahannya soal identifikasi surat suara yaitu tidak sah dan tidak memilih yang menjadi tantangan. Sedangkan, model 5 menyatukan 2 surat suara menjadi 2 lembar dengan cara menandai sah/tidaknya suara dengan mencoblos. Bagi pemilih, model ini lebih mudah. Terakhir, Model 6 sama halnya memberi tanda contreng dan lebih mudah. Relatif model ke- 5 dan 6 mudah diterapkan pada masyarakat Indonesia.   Dari hasil sosialisasi di Jawa Tengah lebih mengerucut ke opsi dua (model 5) dengan diskusi panjang dan dinamis dengan pertimbangan UU Pemilu yang sudah revisi. Sama halnya di Jawa Barat, jika melihat kultur masyarakat saat ini opsi kedua (model 5) yang sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia.   Dapat digaris bawahi bahwa alasan penyederhanaan surat suara ini nantinya dapat mempermudah dan menyederhanakan  para pemilih dapat menyalurkan aspirasinya, sehingga bagaimana pilihannya nanti memerlukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak  menjadi culture shock.   “Masih butuh proses kedepan dan ini merupakan bagian dari sosialisasi KPU terkait penyederhanaan surat suara. Kita tunggu hasil desain surat suara yang dipilih untuk disosialisasikan kembali karena kuncinya dalam hal ini sebagai upaya atau terobosan dari KPU RI untuk memudahkan pemilih,” ujar Hanan menutup perbincangan. (gok_ed sks)  


Selengkapnya
332

Selama Masa PPKM, Rekap DPB Kabupaten Banyumas Terus Naik

PURWOKERTO - Meski sedang diberlakukan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) bulan Agustus 2021 terus naik dengan bertambahnya pemilih baru yang tercatat. Pada bulan ini DPB ditetapkan jumlah pemilih sebanyak 1.352.560. Rinciannya, pemilih laki-laki sebanyak 675.038 dan pemilih perempuan sebanyak 677.522. Hasil itu diperoleh setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas melakukan rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB), Selasa (31/08/2021), yang dilakukan secara daring karena masih diterapkannya kebijakan bekerja dari rumah (WFH). Jumlah itu lebih banyak dari jumlah DPB bulan Juli 2021 yang ditetapkan sebanyak 1.352.522 atau bertambah sebanyak 38 orang. Pada periode Agustus ini, jumlah pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 41 orang, seluruhnya berasal dari Kecamatan Purwojati. Rinciannnya, 39 dinyatakan meninggal dunia, 1 pindah domisili dan 1 tercatat ganda. Adapun jumlah pemilih baru sebanyak 79 berasal dari Kecamatan Pekuncen dan Kedungbanteng.  “Rekap DPB bulan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dindukcapil, terutama untuk pemilih yang TMS (tidak memenuhi syarat). Pemiliih TMS ada yang meninggal, pindah domisili dan ada juga yang tercatat dobel (pemilih ganda),” tutur Khasis Munandar, anggota KPU Kabupaten Banyumas divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin). Menurutnya, setiap bulan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dindukcapil meski dilakukan secara daring. Sebelumnya, koordinasi selalu dilakukan dengan berkunjung langsung ke kantor Dindukcapil tetapi karena selama masa PPKM maka dilakukan secara daring. "Alhamdulilah selama ini koordinasi kami berjalan baik dengan pihak Dindukcapil, jadi (daring) juga tidak ada kendala," sambungnya. Sementara itu, Kepala Sub-Bagian Program dan Data, Subhan Purno Aji, menambahkan selama masa PPKM memang menuntut koordinasi melalui daring agar kegiatan DPB setiap bulannya selalu mutakhir. Untuk itu, pihaknya mengoptimalkan saluran-saluran non-tatap muka yang paling mungkin untuk dilakukan. “Salah satunya kami memiliki komunikasi yang baik dengan para eks PPK dan PPS yang  kebetulan mereka adalah perangkat di desa. Kami koordinasi secara daring dan alhamdulilah direspon dengan baik,” kata pria tiga anak ini dihubungi seusai rapat DPB. Seperti diketahui, sesuai SE yang baru KPU Kabupaten/Kota akan mengumumkan hasil rekapitulasi DPB setiap bulan di papan pengumuman, website dan media lain. Pengumuman itu tidak hanya berupa rekapitulasi tetapi juga byname dan by-TPS hasil perubahannya. (SPA) SIARAN PERS DPB AGUSTUS 2021 Klik Disini


Selengkapnya
171

NGODEMAS Episode Mengenal Sekretaris KPU Banyumas

PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas kembali menggelar Program NGODEMAS atau Ngobrol Demokrasi KPU Banyumas di channel YouTube KPU Banyumas, Kamis (26/08/2021). Pada episode ke-30 ini, NGODEMAS menampilkan Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas, Kasworo dan dipandu oleh Hikmah Safitri selaku mahasiswa magang di KPU Banyumas angkatan ke 4 di tahun 2021 dari Kampus Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto. “Meskipun pandemi kita harus tetap aktif melayani masyarakat, dengan catatan tidak meninggalkan protokol kesehatan. Di KPU Banyumas juga sudah dibentuk Satgas Covid-19 yang memastikan penerapan protokol kesehatan antara lain cuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak. Pelayanan PPID juga bisa dilakukan secara online via email atau web sehingga tidak harus datang ke kantor,” kata Kasworo kepada pemirsa NGODEMAS. Kasworo juga menjelaskan beberapa perbedaan aparatur sipil negara (ASN) masa dulu dan masa sekarang yaitu pada masa orde baru ASN mengikuti sistem politik masa itu, namun setelah reformasi terjadi banyak perubahan, ASN yang sekarang dituntut mempunyai mental melayani. “Dulu ada jargon jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah, saat ini menjadi jika bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit,”ujar pria yang bergabung di KPU Banyumas sejak tahun 2006 ini. Mantan Kasubag Teknis dan Hupmas ini juga berbagi pengalamannya selama bekerja di KPU Banyumas yang sangat berkesan, menambah jaringan dan teman, juga banyak kegiatan yang mewadahi penyaluran hobi para pegawai seperti futsal, sepeda dan jalan sehat, rutin tiap jumat. Kegiatan ini bertujuan  untuk membuat para pegawai fresh dan dilakukan tanpa mengganggu pekerjaan. Di akhir acara, Kasworo menyampaikan harapannya: “Semoga KPU bisa menjadi semakin profesional, lebih bersinergi sehingga KPU Banyumas ini bisa menjadi acuan bagi KPU lain, pada situasi pandemi KPU harus tetap berjuang, bekerja keras, berinovasi, dan terus berprestasi.” (naf_ed sks)


Selengkapnya