Berita Terkini

298

MENGENAL SERBA-SERBI TPS, KPU BANYUMAS GELAR KEMBALI KELAS PEMILU

PURWOKERTO – Mahasiswa Magang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas angkatan XII kembali mengikuti kelas pemilu dengan tema Serba-Serbi di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Kamis (29-09-2022).   Materi kelas pemilu hari ini membahas tentang cara pemungutan dan perhitungan suara selama berada di TPS. Anggota KPU Banyumas Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Hanan Wiyoko menjelaskan tentang tugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas), pihak-pihak yang berada di TPS, perlengkapan, jenis formulir, jenis pemilih dan kriteria surat sah dan tidak sah.   Hanan juga membawa beberapa properti seperti kotak suara, paku dan bantalan  untuk mencoblos, dan beberapa contoh surat suara. Ia juga menjelaskan berapa surat yang didapatkan dengan berbagai kondisi perbedaan domisili KTP. Hanan juga menjelaskan alur dan denah  tempat pemungutan suara dan tempat penghitungan suara.   Dilanjut dengan sesi tanya jawab, peserta kelas pemilu tampak antusias menanyakan hal seputar tugas dan sistem rekruitmen petugas KPPS.   Di Akhir, Hanan berpesan agar generasi muda ikut berpartisipasi dalam menjadi petugas KPPS “Ini pengalaman bagus, harapannya nanti kalian mencoba mendaftar supaya bisa ikut berpartisipasi” ujarnya. (apa)  


Selengkapnya
115

Membangun Sinergi Menghadapi Verfak

PURWOKERTO – Menjelang dilaksanakannya Verifikasi Faktual (verfak) Kepengurusan dan Keanggotaan Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas membangun sinergitas verifikator melalui  Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepada Petugas Verifikator Faktual Kepengurusan dan Keanggotaan Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2024. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 14-15 Oktober 2022, di Ruang Pertemuan Hotel Grand Kanaya, Baturraden. Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai KPU Banyumas dan turut dihadiri Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), perwakilan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Banyumas. Bimtek bertujuan untuk mempersiapkan petugas verifikator dalam menghadapi verfak, sehingga petugas verifikator dapat melakukan verifikasi sesuai dengan aturan. Selama masa verfak, yaitu 15 Oktober - 4 November 2022, petugas verifikator akan berkeliling ke sejumlah desa di Kabupaten Banyumas demi memastikan keanggotaan partai politik secara langsung. Selain verfak keanggotaan, verifikator juga akan mengunjungi tujuh kantor partai politik untuk memverifikasi kepengurusan partai politik. Oleh karena itu, perlu persiapan dan bimbingan teknis bagi petugas verifikator sebelum melaksanakan verfak. Pada hari pertama, dilakukan pengarahan dan dijelaskan teknis pelaksanaan verfak oleh Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banyumas, Hanan Wiyoko, serta pemaparan potensi persoalan hukum dalam pelaksanaan verfak oleh Bawaslu Banyumas, Rifan Muhajirin. Ketua KPU Banyumas, Imam Arif Setiadi, dalam sambutannya mengingatkan seluruh petugas verifikator untuk melakukan verifikasi sesuai aturan. “Rekan-rekan semua, ingat kita harus melakukan verifikasi sesuai dengan aturan, kita punya dasar PKPU Nomor 4 Tahun 2022, harus paham itu,” kata Imam. Selanjutnya materi diisi oleh Hanan Wiyoko yang menjelaskan mulai dari dasar hukum, tata cara pengisian surat pernyataan, hal apa saja yang harus dipersiapkan, hingga kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada saat verfak. “Selain perlu persiapan pemahaman, kita juga harus mempersiapkan fisik, juga peralatan seperti handphone yang harus selalu standby” kata Hanan. Adapun Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Banyumas, Rifan Muhajirin, menjelaskan bahwa yang berpotensi menjadi persoalan dalam pelaksanaan verfak di antaranya anggota tidak dapat ditemui dan anggota tidak berkenan tanda tangan di lembar pernyataan. Hari kedua diisi dengan sharing session oleh anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banyumas periode 2008 - 2018, yaitu Ikhda Aniroh. Ikhda berbagi pengalamannya saat melakukan verfak. Ikhda juga mengingatkan petugas verifikator untuk berkaca dan melakukan evaluasi mengenai kegiatan verfak dari periode sebelumnya karena meskipun terdapat beberapa perbedaan dari periode sebelumnya, tetapi tujuan dan garis besarnya sama. Ikhda menyampaikan bahwa verifikator harus memperkenalkan diri dengan jelas, memanfaatkan teknologi yang ada, dan harus mencatat sesuai fakta yang ada. “Sangat penting dalam memperkenalkan diri dengan jelas, karena sebagai kesan pertama anggota. Gunakan bahasa yang komunikatif, juga pastikan fisik sehat karena tidak tahu medan yang akan ditempuh itu seperti apa,” kata Ikhda. Di akhir kegiatan, dilakukan simulasi verfak kepengurusan dan keanggotaan parpol dan post test kepada petugas verifikator. Simulasi dan post test dilaksanakan guna memastikan petugas verifikator benar-benar paham dan siap untuk melakukan verfak. (wma)  


Selengkapnya
191

KPU Banyumas Gelar Media Gathering

PURWOKERTO –  Membangun sinergi untuk menyukseskan Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas mengundang puluhan jurnalis dari berbagai media di Banyumas, Jumat (7/10). Pers dianggap sebagai mitra strategis oleh KPU Banyumas untuk menyebarluaskan informasi kepemiluan hingga menjangkau lapisan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman media massa atas jalinan kerjasama yang baik untuk sama-sama menyukseskan Pemilu,” kata Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi saat membuka acara Media Gathering di Purwokerto, Jumat sore. Dalam acara tersebut, sebagai narasumber adalah Yasum Surya Mentari (Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia) dan Doktor Edi Santoso (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed). Materi pertama dipaparkan oleh Surya. Materi membahas alur tahapan Pemilu 2024, peran media dalam pelaksanaan pemilu, pentingnya media dalam pelaksanaan pemilu, dan langkah strategis KPU Banyumas dalam memanfaatkan media. Menurut Surya, media memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan pemilu. Media dapat berperan sebagai agen sosialisasi dan  informasi terkait pelaksanaan pemilu, media dapat meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu, bahkan dapat meningkatkan kualitas demokrasi. “Rekan-rekan media menjadi mitra yang sangat penting bagi kita (KPU) dalam keseluruhan alur pemilu, bahkan media dapat meningkatkan kualitas demokrasi kita, dengan cara apa? Dengan mencerdaskan pemilih melalui informasi yg jernih, akurat, dan akuntabel, lalu membangun preferensi politik pemilih dalam pemilu, serta menjadi penerang dari informasi yang simpang siur bahkan berita bohong,” kata Surya. Dengan, peran-peran tersebut, tentu media sangat penting bagi KPU dalam menyukseskan pemilu. Media dapat membangun trust (kepercayaan) ataupun distrust (ketidakpercayaan) publik, dapat membentuk kesadaran pemilih akan hak politiknya, serta menguatkan legitimasi pelaksanaan pemilu sebagai pemilu yang sesuai dengan asas pemilu. “Karena peran media yang sangat penting itu, kami menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya akan menguatkan relasi dan kemitraan KPU Banyumas dengan media, baik cetak, televisi, radio, maupun online, di internal sendiri, kami menguatkan peran dan fungsi media sosial KPU Banyumas baik Youtube, Facebook, Instagram, TikTok, maupun Twitter ” kata Surya. Pemaparan materi kedua dilakukan oleh Doktor Edi Santoso, membahas lebih lanjut mengenai peran media dalam pemilu. Menurut Edi, terdapat empat peran pokok media dalam pemilu, pertama peran rujukan, yakni media menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya dan menjadi media yang anti hoaks. Kedua peran pengawasan, yaitu media mengawasi semua tahapan pemilu dan media menjadi ‘wasit’ untuk setiap pelanggaran pemilu. Ketiga peran pendidikan, yaitu media sebagai ruang sosialisasi kandidat, media sebagai ruang sosialisasi pelaksanaan pemilu, dan media sebagai ruang pencerdasan pemilih. Keempat peran perdamaian, yakni media sebagai juru damai untuk konflik-konflik pemilu, media sebagai narator pesan-pesan yang menyejukkan khalayak, dan media anti hate speech. (wma)  


Selengkapnya
127

KPU Banyumas Simulasi Tungsura di SMK Wiworotomo

PURWOKERTO – SMK Wiworotomo mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas untuk memberikan materi Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Kamis (6/10) di Aula SMK Wiworotomo, Purwokerto Barat. Hal ini sekaligus menjadi kegiatan sosialisasi KPU Banyumas kepada calon pemilih pemula mengenai Pemilu 2024. Perwakilan dari KPU yang hadir adalah Khasis Munandar selaku Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Kasworo selaku Sekretaris KPU Banyumas, staf, dan mahasiswa magang. Kegiatan P5 di SMK Wiworotomo mengusung tiga tema, yakni “Suara Demokrasi”, “Bangunlah Jiwa dan Raganya”, dan “Kebekerjaan”. KPU Banyumas dalam hal ini tentu berfokus pada tema pertama, yakni “Suara Demokrasi”. Dalam rangkaiannya, KPU memberikan materi mengenai Pemilu secara keseluruhan, dilanjut mengadakan simulasi ketika berada di TPS. Kepala Sekolah SMK Wiworotomo, Yanuar Sumaryoko dalam sambutannya berharap ilmu yang diberikan oleh KPU akan diterapkan dalam kegiatan pemilihan Ketua OSIS SMK Wiworotomo. “Saya berharap ilmu yang akan diberikan oleh rekan-rekan dari KPU terutama simulasi (pemilihan) nanti akan diadopsi oleh anak-anakku semua dalam pembelajaran P5, lebih tepatnya nanti saat pemilihan Ketua OSIS,” kata Yanuar. Siswa yang hadir dalam sosialisasi dan simulasi adalah siswa kelas 10 SMK Wiworotomo Purwokerto. Materi pertama mengenai pengenalan KPU, Pemilu 2024, dan badan Ad Hoc Pemilu dibawakan oleh Khasis Munandar. Khasis berinteraksi dengan siswa yang dari awal sudah sangat aktif dan antusias terhadap kedatangan dari KPU. Dilanjutkan Kasworo yang membahas serba-serbi di TPS, tugas-tugas KPPS, cara mencoblos ketika di TPS, dan lain-lain. Di akhir kegiatan, KPU menggelar simulasi kegiatan pada saat di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Simulasi diikuti oleh 47 siswa, dengan rincian 40 sebagai pemilih dan tujuh sebagai petugas KPPS. Rangkaian simulasi dimulai dari pemilih datang ke TPS, mengambil surat suara, mencoblos di bilik suara, hingga mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah memilih. Ratusan siswa lainnya memerhatikan kegiatan simulasi dengan seksama. Kegiatan sosialisasi dan simulasi ini merupakan kegiatan yang akan terus dilaksanakan oleh KPU dalam rangka meningkatkan partisipasi kehadiran pemilih pada Pemilu 2024 nanti. Generasi muda menjadi sasaran untuk menyukseskan Pemilu 2024 baik menjadi pemilih maupun penyelenggara sebagai badan Ad Hoc. (wma)  


Selengkapnya
208

E-voting Pemilos, KPU Banyumas Ujicoba Aplikasi Siballu

PURWOKERTO – Sarana pembelajaran demokrasi sekaligus pemutungan suara secara voting elektronik (e-voting), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas melakukan ujicoba aplikasi Siballu, Senin (26/9). Siballu kependekan dari Aplikasi Banyumas Belajar Pemilu.   Ujicoba aplikasi dilakukan di acara Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMK 3 Diponegoro, Kedungbanteng. Aplikasi dikembangkan oleh tim dosen Institut Telekomunikasi Telkom Purwokerto (ITTP). Penjajakan dan pengembangan aplikasi hingga ujicoba membutuhkan waktu empat bulan.   Anggota KPU Kabupaten Banyumas, Hanan Wiyoko yang turut hadir dalam ujicoba melihat antusias siswa dalam menggunakan aplikasi. Untuk kegiatan pemberian suara, para siswa diharapkan telah mendownload aplikasi siballu.com di gadget. Kemudian siswa log in ke laman siballu.com dan memasukan username dan password yang telah dibagikan panitia. Setelah itu mereka bisa masuk ke bilik suara dan memasukan nomor token yang tersedia, dan bisa langsung memilih paslon Ketua OSIS. Bukan kali pertama SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng melakukan pemilihan secara online, dua tahun sebelumnya telah diberlakukan website bernama Simpul yang juga dirancang oleh IT Telkom Purwokerto.    “Aplikasi ini nantinya bias digunakan untuk pemilihan ketua OSIS di sekolah lain di Banyumas. Bila memungkinkan bias dilaksanakan secara serentak se-Banyumas,” kata Hanan. Pelaksanaan pemilos secara e-voting ini disambut para siswa dengan antusias. Seorang siswa, Ryan mengatakan, pemilos ini penting dilakukan sebab para siswa nanti akan menjadi pemilih pemula di Pemilu 2024, sehingga dengan dilakukan kegiatan ini siswa mendapat gambaran bagaimana alur pemilihan pada Pemilu sesungguhnya nanti.  Ketua OSIS SMK Diponegoro 3 Prima Aulia Quroto Aini juga menjelaskan persiapan acara ini “Sabtu dan minggu kemarin kita sudah melakukan rapat pleno membahas koordinasi dan persiapan tempat seperti Aula, banner, bilik suara”. Prima juga menjelaskan bahwa website SIbalu sangat praktis digunakan dan memudahkan pemilih.  “Tahun ini pertama kalinya SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng melaksanakan Pemilos bekerjasama dengan KPU, perbedaannya amat jelas menurut saya salah satunya yaitu penyediaan bilik suara dan sosialiasi oleh KPU, banyak benefitnya” ujar Ryan.  Ryan juga menambahkan, penggunaan website Sibalu ini sangat membantu mencegah terjadinya pemilih golput dan mengurangi penggunaan kertas.  (apa)  


Selengkapnya
103

Kursus Kader Sebagai Langkah Literasi Persiapan Pemilu 2024

PURWOKERTO – PC FATAYAT NU Kabupaten Banyumas mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas untuk memberikan materi Kursus Kader Penyelengaraan Pemilu pada, Sabtu (24/9). Hal ini ditujukan agar perlu adanya literasi untuk pemilih baik penyelenggaraan, pengawasan, dan pelaksanaan dengan harapan besar bahwa seluruh elemen masyarakat mampu berperan aktif dalam setiap tahapan pemilu tanpa dipengaruhi oleh adanya unsur money politik.  Perwakilan dari KPU yang hadir adalah Imam Arif S Ketua KPU Banyumas, Yasum Surya Mentari Divisi Sosdiklih, Parmas dan Sdm, Hanan Wiyoko Divisi Teknis Penyelenggara dan mahasiswa magang. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas KH Sabar Munanto. “Selamat atas penyelenggaraan Kursus Kader Penyelenggaraan Pemilu, ini merupakan upaya yang strategis sedikit demi sedikit dapat membawa masyarakat dalam kebangkitan bangsa ini.” kata Sabar. Pemaparan materi kedua disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif S mengenai sekarang ini banyak orang disekitar kita yang memandang demokrasi secara pesimis. Peran perempuan dalam politik sekarang sudah mulai berkembang, dengan menurut data 30% kesempatan perempuan dapat masuk dan berperan langsung dalam dunia politik. Jadi kesetaraan gender dalam dunia politik ini sudah mulai merata.  Imam Arif menambahkan diakhir statement bahwa oligarki dalam politik masih mengakar sampai sekarang. Yang harus dilakukan kita semua bergerak bersama gotong royong, mendudukan orang baik untuk terlibat disana, ketika nama baik politik tercoreng itu karena banyak orang busuk yang masih ada disana. Maka dari itu kita perkuat politik, bersama sama & juga dengan segala optimis pada diri, kita mempunyai kewajiban dalam memperbaiki marwah politik yang sudah lama tercoreng oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.   Materi selanjutnya disampaikan oleh Yasum Surya Mentari, selaku Divisi Sosdiklih, Parmas dan Sdm menjelaskan terkait KPU Banyumas dan juga badan ad hoc beserta tugasnya. Dilanjutkan pada materi terakhir disampaikan Divisi teknis penyelenggaraan, Hanan Wiyoko mengenai kesiapan untuk menjadi penyelenggara dan serba serbi di TPS. Serta diakhir sesi ada pemberian soal untuk materi dasar, mengenai tata cara pengisian formulir C1. Ini bertujuan agar seluruh kader yang hadir dapat belajar dan mampu menambah pengalamannya sebelum nantinya mereka berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu. (spr)


Selengkapnya